Selamat Datang!!!

selamat datang, Kawan di blog saya, Kertas Putih!!

saya informasikan kepada kalian semua bahwa saya bukanlah penulis yang baik.

saya menulis di blog ini hanya untuk menyalurkan pemikiran saya yang mungkin dapat dijadikan renungan bersama atau hanya dijadikan hiburan semata.


akhir kata,

Kertas Putih ini hanyalah sederhana.

Senin, 13 September 2010

Something called "REGRET"

Manusia Sumber Kesalahan


Ini mungkin adalah salah satu pernyataan yang paling murni yang pernah saya buat selama ini.
Karena ini menyangkut nurani saya sendiri.
Jujur sebenarnya sulit bagi saya untuk menuangkannya dalam bahasa tulisan karena memang rasa ini sangat sulit didefenisikan dalam bentuk rangkaian kata.
Tapi, begini saja, saya akan menggunakan kata yang paling mudah untuk dimengerti kalian semua, Kawan.
Kata yang memang sudah terdata di Kamus Bahasa Indonesia yang sah.
Kata yang sudah lumrah kalian dengar.
Atau mungkin kalian katakan.

Penyesalan.

Sesuai dengan judul diatas, penyesalan sangat dekat dengan kesalahan.
Penyesalan biasanya datang setelah kesalahan itu.
Kau pasti sudah tahu, Kawan, bagaimana rasa menyesal.

Menyesal.
Ketika kau tahu semua yang telah kau lakukan adalah salah.
Ketika kau tahu semua yang telah kau lakukan adalah tak pantas.
Ketika kau sadar semua kesalahan itu telah terjadi,
Dan kau tak memiliki daya untuk mengubahnya lagi seperti sedia kala.

Karena waktu tak bisa diputar,
Karena waktu tak bisa dimainkan,
Karena waktu bukan kau yang punya.

Lantas,
Yang bisa kau lakukan hanyalah,
Bersimbah air mata, meringkuk dalam sesak,
meminta Sang Pencinta dan Maha Pemaaf
Untuk memaafkan semua kesalahanmu.

Kesalahan yang sebenarnya adalah suatu kealpaan mengingat-Nya.
Kesalahan yang sebenarnya adalah suatu keadaan dimana kau teralu bersenang-senang dalam hidup lantas lupa akan adanya keseimbangan.
Keseimbangan hidupmu sendiri.

Pada detik penyesalan itu,
Yang kau tahu, tiap sudut dari hidupmu runtuh,
Kau tak tahu apa yang bisa kau lakukan.
Karena, pada saat itu juga kau baru sadar,


Kau bukan siapa-siapa.
Kau tak mampu apa-apa.
Kau adalah kecil. Sangat kecil.

Beruntung, jika Sang Pemilik Alam
Mendengar semua kesahmu
Mendengar semua sesalmu
Mendengar semua tangismu
Mendengar semua janjimu.

Untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dalam hidup.
Untuk selalu berusaha menjadi manusia yang lebih baik,
Bagi Tuhan dan bagi dirinya sendiri.

Dan akhirnya, Sang Maha Kuasa berkehendak,
Memberikan kesempatan yang entah sudah berapa kali.

Itu yang pernah kurasakan, Kawan.

Demi langit,
Ku tahu benar rasanya sesal.
Ku tahu benar rasanya jadi pecundang.
Pecundang atas diri sendiri.

Semoga kau tak merasakan hal sepertiku.
Semoga kau selalu seimbang.
Walau untuk seimbang butuhlah proses,
Dan mungkin penyesalan adalah salah satu bentuk proses yang diinginkan semesta
Untuk membuat kita menjadi manusia yang lebih bijak.

Doakan saya, Kawan, semoga..

Tuhan benar-benar mendengarkan doa dan penyesalan saya.
Dia benar-benar memberikan saya kesempatan lagi.
Dan Dia tidak pernah bosan untuk memaafkan saya.

Doakan saya juga,
Semoga saya menjadi “saya” yang lebih baik dengan tidak melakukan kesalahan yang sama seperti layaknya orang bodoh dan merugi.

Sabtu, 14 Agustus 2010

SEMARANG I'M IN LOP

sebenernya saya harusnya mengepos ini jauh dari sebulan yang lalu, tapi karena keterbatasan waktu, tempat dan modem,jadilah saya baru bisa bercerita.

ini ceritanya:



Ini adalah cerita singkat perjalanan saya ke semarang demi menjenguk pacar saya yang luar biasa ngangenin nya. Kita sebut saja namanya Ugra.

Niatan ke semarang dalam rangka mengobati penyakit Malarindu ini memang sudah lama saya rencanakan. Mengapa oh mengapa? Bayangkan saja, saya sudah tidak bertemu si Ugra itu selama 4 bulan lebih! Sangat menyiksa bagi saya yang jujur saja, sulit menerima keadaan “Jauh Jarak Hubungan” atau nge-trend nya disebut eLDeeR (penyakit alay saya kambuh lagi).

Rencana saya disambit baik oleh sahabat saya yang cantik nan perkasa, Ratri. Dia mau menemani saya untuk pergi menemui sang Kekasih Hati.
Berbekal restu orang tua, pacarnya Ratri, uang paspasan, rindu berlebihan, dan rasa cinta yang mendalam, jadilah saya berangkat bersama Ratri ke Semarang. Kami naik kereta Fajar Utama jurusan Semarang Tawang seharga 100 ribu rupiah.

Ini, Kawan, sahabat saya yang cantik nan perkasa, Ratri Kartika Widya 






Kami berangkat dari stasiun Senen jam 8 pagi sampai Semarang Tawang jam 4 kurang.
Ini yang aneh. SAYA DEG DEGAN. Sungguh. Rasanya jantung saya bekerja terlalu cepat yang mengakibatkan saya merasa nyawa saya ketinggalan di Tangerang atau dimana lah itu. Saya degdegan ketemu Ugra. Norak sekali. Sahabat saya seolah tahu gelagat labil saya, lantas menanyakan, “Nir, lo deg degan ya?” sial banget ketauan gw, batin saya memaki. Saya membalas dengan muka saya yang cegegesan (saya sarankan untuk tidak membayangkan wajah cegegesan saya). Terus dia mengetik sesuatu di hp nya, tak lama dia memberikan hp ny ke saya. “Baca, nih.”

Tulisan di layar hp merah nya Ratri:
From: ugra

Iya, rat. Gw deg degan. Hhe.

Oh tidak, ternyata pacar saya juga labil.

Saya pun tambah deg degan dan juga mual. Sungguh sangat amat norak. Saya tak sabar bertemu dengan Si Pangeran itu (tolong jangan ikutan mual. Harap maklum, namanya juga jatuh cinta). Saya gelisah berkepanjangan. Kerjaan saya di kereta cuma benerin jilbab, ngelap muka pake tisu, minum. Terus terusan sampe akhirnya saya kembung dan sadar bahwa mau jilbab saya serapi apapun dan muka saya udah lecet gara2 dilap mulu, kalo kodratnya jelek mah jelek aja, saya pun duduk (belaga) tenang.

Kereta pun berhenti. Saya dan Ratri pun sampai di stasiun Tawang. Dada saya semakin berdebar pada detik detik pertemuan itu, seperti apakah kekasih hati saya itu? Tampankah ia? Tambah wangi kah ia? Rindukah dia kepada saya? Apakah dia membawa bunga untuk menyambut kedatangan saya? Atau malah spanduk seperti rombongan menjemput jemaah haji bertuliskan “ WELCOME MY LOVELY NIER”? (sekali lagi mohon pengertiannya, saya hanya anak muda yg sedang bergembira)

Sms demi sms pun terkirim dan diterima tapi tetap saja saya belum bertemu dengan pacar saya. Wah.. asal kalian tahu, saya gelisah luar biasa. Antara kebelet ketemu Ugra dan kebelet pipis (ini serius, bisa tanya Ratri). Mungkin ada sekitar 5 menit lebih kami saling mencari di stasiun Tawang yang semstinya ga gede gede amat.
Sungguh, jika di flash back, keadaan saya waktu itu mirip adegan waktu Lulu Tobing mencari Ari Wibowo di sinetron Tersanjung. Saya di utara, Ugra berlari ke selatan. Saya ke hutan, Ugra ke pantai. Pokoknya gitu deh, ga ketemu temu.

Akhirnya kami memutuskan untuk berinisiatif keluar stasiun. Dan JENG JENG JENG. Disitulah pangeran hati saya berdiri. Dengan jaket hijau, kaos loreng2, rambut gondrong, wajah tidak bertambah tampan, tidak membawa bunga, ataupun spanduk. Belakangan saya tahu, ternyata dia juga memang belum mandi ketika menjemput saya, pantas saya mencium sensasi kecut kecut pahit gitu. Untung saja dia masih menyimpan rasa sayang dan rindu hanya untuk saya. Unyuuuuuuuuuu…… :3

Hal pertama dia yang dia lakukan adalah mengusap-usap kepala saya. “Akhirnya, tuanputrinya sampe juga.”, katanya sambil tersenyum.

Demi langit, Kawan. Saya kegirangan. Senaaaaaaaaaaaag sekali bisa bertemu dengan Ugra setelah sekian lamanya. Mungkin kawan kawan yang berkomitmen LDR tahu bagaimana rasanya. Badan saya serasa terbang. Isi perut saya seakan terbalik. Wajah saya kemungkinan merah padam karena memang malu tak tertahankan.

Saya salting.

Heemmm.. sayang, saya bukanlah penulis yang baik, yang bisa menggambarkan bagaimana perasaan saya pada waktu itu. Tapi intinya, sungguhlah sangat bahagia bisa merasakan nikmat kasih sayang Tuhan lewat makhluk-Nya, pada kasus ini ya rasa sayang kami berdua, dan juga kasih sayang sahabat saya yang sungguh sangat mau mengerti kebutuhan sahabat kecilnya ini yang sungguh merindukan sosok Ugra itu.

Terima kasih, Tuhan 




Ditulis dengan rasa bahagia.

Rabu, 30 Juni 2010

Saya Sedang Labil

Makan pepaya samabil ngupil,
Maafkan, saya lagi labil.

kali ini saya putuskan untuk menyempatkan waktu ber-labil Ria saya. aneka ria labil.
saya memang sedang labil, Kawan.

Saya akan menjabarkan kelabilan saya dalam bentuk poin poin, karena kalau tidak akan memperparah tingkat kelabilan saya. Kelabilan saya ini tingkat tinggi , Kawan.
saya tidak ingin kalian jadi ikutan labil gara-gara membaca tulisan amat sangat panjang mengenai kelabilan saya.

Mengapa saya labil?

1. Saya kangen berat.
2. Pacar saya tak kunjung pulang.
3. Pacar saya sedang sangat amat sibuk.
4. Sangking sibuknya dia, membalas sms pun "senen-kemis".
5. Saya sedang tidak sibuk.
6. Tidak ada pengalihan yang cukup baik untuk saya.
7. Mau jalan jalan keadaan finansial sedang dilanda "kesialan".
8. Susah mau curhat sama sahabat saya.
9. Sahabat saya ada di bandung.
10. Sahabat saya baru jadian.
11. Pacar sahabat saya tidak memperkenankan dia untuk pulang cepat.
12. Semangat LDR saya kembang kempis.
13. Teman-teman baru saya cukup qualified (kalian tau lah pasti maksud saya, merajuk poin no 12)
14. Pacar saya kurang care.
15. Sahabat saya tidak merekomendasikan LDR.
16. Kakak saya setuju dengan poin 15.
17. Kakak saya menyarankan untuk "mencari" lagi.
18. Sahabat saya sepaham dengan kakak saya.
19. Terdapat beberapa kandidat yang cukup baik untuk poin 17.
20. Saya masih sayang pacar saya.
21. Pacar saya (sepertinya)masih sayang saya.
22. Saya jadi ragu karena poin 14.


Begitulah, Kawan kira kira keadaannya.
Mungkin membaca postingan ini akan berakibat mual mual dan pusing pusing sejenak, karena postingan ini sungguh mencerminkan betapa labilnya saya dan terkesan seperti sinetron atau FTV. atau mungkin sebenernya ga kaya gitu, tapi karena saya labil, semuanya pun jadi hiperbola.

Maafkan saya dan kelabilan saya, Kawan.

*saya menggunakan 13 kata "labil" pada postingan ini, eh 14 setelah kata yang tadi.

Selasa, 29 Juni 2010

Apa Saya Salah?

ok. mulai sekarang saya akan menulis apapun yang ada di otak saya. cukup. tidak usah ada yang di edit edit segala.

biar saya nanti mungkin disebut sebagai wanita tukang curhat atau mungkin dijerat UU Informasi dan Telekomunikasi atau apalah itu biasa disebut, saya tidak peduli, setidaknya untuk saat ini.

oh ya, kenapa saya tiba tiba memaki seperti ini?
maafkan saya, Kawan. saya tidak ada maksud sama sekali untuk membentak-bentak kalian. tidak.
hanya saja saya sedang kesal dengan diri saya sendiri.

sampai kapan sih, saya, seorang Nirma Sandiningtias, selalu dipengaruhi "rasa sakit kaya dicubit " itu?

sungguh, Kawan. rasa ini tak ada nikmat nya.

saya kesal.
kesal karena yaaa si wanita itu lagi.

saya kesal.
kesal karena kenapa saya tidak bisa bersikap seprti sahabat saya yang mampu begitu saja membenci orang lain yang memang tidak mereka sukai.
sedangkan saya?

saya hanya bisa 'selalu' tersenyum dan ceria pada siapapun (walaupun itu adalah dia, si wanita itu)

apa saya salah tidak bisa membenci?
apa saya salah tidak bisa memaki?
apa saya salah selalu bohongi diri?
apa saya salah bersikap begini?

apa saya salah?

Senin, 28 Juni 2010

A Tribute to 25th January

Lucu jika ada yang mempertanyakan bagaimana saya dan pacar saya, Ugra Hutama pertama kali bertemu.

Kami berdua tidak ada yang pernah ingat bagaimana kami bertemu..
Semuanya terjadi begitu saja.

Seingat saya, saya bertemu dia karena kita masih 1 kelas di sekolah yang sama.
Itu saja.
Tapi, sebenarnya saya merasa alam sudah dari awal ingin mempertemukan kami.

Mengapa?? Ini ceritanya

Saya mendaftar di salah satu tempat bimbel di kota saya. Yah sebenarnya bukan saya yang mendaftar, melainkan ibu saya. Nah, karena itu, saya didaftarkan pada hari yang tidak saya inginkan, hari sabtu. Dengan kesal saya ngotot untuk pindah di kelas hari senin karena Dias, teman saya juga berada di hari itu. Walaupun dias sudah mengatakan “ada ko niiir temen sekelas lo, namanya Ugra apa yaa..” tapi karena saya tidak kenal siapa itu ugra, ya saya malas dan tetap ngotot untuk ganti hari.
Jadilah saya tidak bertemu dengan si Ugra itu.

Tapi, yaaa namanya juga takdir ya,
Tetap saja saya jadi dekat dengan dia.

Sungguh hingga sekarang pun kami lupa karena apa kami bisa pertama kali bicara.
Yang saya ingat hanyalah, kami dipertemukan dan didekatkan karena adanya jasa suatu media chatting yang pada saat itu sedang digandrungi kawula muda*hahaha jijik bgt deh. Media itu bernama Mxit.

Hahaha lucu sekali mengingatnya,
Bagaimana saya selalu mencari nama “UGRAKEREN” setiap saya memulai untuk ber-chat ria di media online itu.
Bahagianya saya ketika saya lihat ada nama itu (walaupun tak sekeren wajahnya haha) dan tak sabar untuk segera berbincang dengannya lewat media maya itu.

Sebenarnya lebih banyak bagian bagian sedih dalam masa ‘penjajakan’ saya dan dia (walaupun sebenarnya hal yg tadi saya sebutkan bukanlah tahap penjajakan sebenarnya). Tapi saya tidak mau menbahas hal yang tidak enak karena saya ingin menghindari “rasa sakit kaya dicubit” itu.

Singkatnya, pada masa “belum jadian” itu, saya sungguh menikmati tiap gelagat yang dia lakukan.
Entah itu ketika dia sedang menulis, bicara, tertawa.
Saya suka melihat dia yang sedang bermain bola dari atas, dari kejauhan. Saya berani jamin dia tidak akan pernah tahu masalah itu, dan juga saya sering mencuri pandang dia ketika sedang berpapasan atau sedang berbicara.
saya ingat wangi tubuhnya, apa warna kesukaannya, warna jaketnya.

Jatuh cinta, aduhaaaaaaiiii rasanyaa hahahahaha

Saya pernah merasakan bagaimana rasanya tidak tahu harus berbuat apa ketika bertemu dengannya.

Pada waktu itu acaranya adalah buka puasa bersama kawan kawan SMA kelas 2 saya. Bisa dipastikan saya dan ugra ikut karena kami memang adalah teman satu kelas.
Kau tahu, Kawan??
Untuk acara yang notabenenya santai kaya di pantai itu saja, saya harus putar otak menganai BAJU APA YANG HARUS SAYA PAKAI.

Demi Tuhan, akan saya lakukan langkah apapun untuk merubah wajah saya seperti Dian sastro. Tapi memang hidup saya bukan seperti hidup Nobita yang apa apa juga bisa minta Doraemon,
Akhirnya saya menyerah dengan menggunakan dress biru, jilbab putih, lengkap dengan tas tangan.
Saya merasa itu cukup pas untuk dipakai ke acara bupus ‘mendebarkan’ itu.

Sampai disana, saya hampir lemas dibuatnya.
Dia, Ugra, sungguh terlihat tampan di mata saya. Yaah namanya juga abege lagi naksir2an, biar kata cowok taksirannya lebih mirip kambing daripada manusia, tetep aja di mata terlihat seperti Nicholas Saputra. Kalimat “cinta itu buta”, ternyata ada benarnya. Padahal, dia hanya mengenakan, celana pendek Jeans, kaos hitam denagn kasen hijau disampingnya, dan sweater abu abu kelas X-6 Jurrasix nya itu.
Saya sungguh bahagia. Saya dibonceng olehnya dan sempat nyasar pula. Lucu dan indah sekali kejadian itu.

Dari acara bupus itupun hubungan kami makin dekat, maaaakiiiiiinnn dekat dan akhirnya ada kejadian bodoh itupun terjadi. Mengapa saya bilang bodoh?? Karena menurut saya, yang kami lakukan ini adalah cara yang palng bodoh untuk memulai suatu hubungan.

Hari itu, Jumat, 25 januari 2008. saya lupa jam berapa waktu itu, tapi yang saya ingat, ketika itu sudah sore.
Saya juga tidak ingat jelas siapa yang menelfon duluan, tapi intinya terjadi percakapan diantara kami berdua. Topik pembukanya adalah Dia yang capek setalah ada sparing melawan sekolah lain. oh ya saya lupa, Ugra itu ikut ekskul futsal dan biasa disebut anak futsal. Teruuuusss kami ngobrol hingga ada percakapan seperti ini:

Nirma: “emangnya kamu mau naik pangkat?”
Ugra: “ naik pangkat apa nier?”
N: “iya naik pangkat.”
U: terdiam sejenak “ oooh…. Emangnya boleh?”
N: “ yaaaa boleh laah” (sambil tersipu2 untung aja Ugra ga tau gimana roman muka saya)
U: “ uuuuumm… bolehnya kapan?”
N: “ yaa terserah kamu aja.” (ngarep sekarang)
U: “ kalo sekarang?”
N: “ uumm… boleh ko.”
U:”OK.”
N: “OK.”
U:” tanggal berapa sekarang?? Ummmm 25 ya?”
N: “iya 25 januari.”

Dan dilanjutkan dengan tawa “hehehehehehehehehehehehehehehehehe” kami yang panjang yang juga meresmikan kami sebagai sepasang kekasih.

Bodoh. Bodoh sekali kami. 

Dan inilah kami, setelah lebih dari 2 tahun bersama.
Saya berada di Depok, Universitas Indonesia dan dia berada di Semarang, Universitas Diponegoro.




Kami menjalani suatu hubungan yang biasa disebut LDR atau Long Distance Relationship.
Sulit, memang. Tapi kami tahu kami harus bertahan.


Doakan saja, Kawan, supaya kami selalu bersama.
Doakan yang terbaik untuk kami,

Minggu, 27 Juni 2010

Teman saya, Manusia setengah irasional

Saya punya teman. Bukan teman sepermainan atau teman kencan.
Ya intinya teman.
Teman saya itu adalah pacar teman SMP saya, teman rumah sahabat saya, dan kebetulan teman dari pacar saya.
Sungguh terlihat kan betapa sempit dunia???

Jadi dari pada saya teralu sulit untuk menuliskan “teman saya yang adalah pacar dari teman saya, teman rumah sahabat saya dan teman dari pacar saya” untuk menafsirkan siapa teman saya itu, saya putuskan untuk menamakannya Dias.

Ok. Namanya dia memang DIAS. Dengan nama akte Ardian Hario Wibowo.
Setidaknya yang saya tahu sperti itu.

Kenapa saya tiba-tiba menemukan wangsit untuk menulis tentang dias?
Karena saya merasa dia adalah orang yang sedikit unik dan langka.
Entah lah, saya merasa demikian setelah saya membaca blog nya dia yang luar binasa absurd dan abstrak itu.

Unik, lelaki ini unik.

Sebelumnya saya harus minta izin dan maaf kepada Gita Mahdiah, teman saya yang luar biasa pintar karena saya menulis tentang kekasihnya, Ardian Hario Wibowo yang luar binasa absurd nya itu.

Sumpah,Ta gw ga bermaksud apapun.


Ok, saya mulai ya.

Dias itu berperawakan sedang. Tidak tinggi tidak pendek. Tidak ganteng tidak jelek (yah mungkin pada kacamata gita, dias itu bagai pangeran dengan kuda putih, kalo saya sih lebih melihat dias seperti kudanya :p). Bahunya lebar, kulitnya sawo matang (sangking matangnya hingga cenderung busuk). Rambutnya keriting, dan menurut kekasihnya, rambut itu akan semakin menggumpal seiiring berjalannya waktu.





Saya kira dulu dias itu tipikal cowok kalem. Karena saya tau dia itu jawa tulen, maka saya tambah bisa memaklumi ke kaleman nya itu. Oh ya saya tau dia jawa tulen dari mantan saya yang selaku teman dekatnya yang juga jawa tulen (informasi ini semakin membuktikan bahwa bumi tidak hanya bulat, melainkan juga sempit).

Saya dulu pernah beberapa kali bertemu dengan dia sebelum status dia berganti menjadi kekasih hati teman SMP sekaligus SMA saya yang luar biasa pintar itu. Kami bertemu karena memang ternyata kami berada di satu tempat les yang sama, yaitu Einstein College. Ketika saya bertemu dia lebih sering tersenyum.

Setelah itu saya pun bertemu dia lagi di angkot R 19 dari arah gading ke sebuah mall di kota saya. Saya pergi bersama pacar saya, Ugra. Ketika bertemu dia juga sama sikapnya, hanya tersenyum. Sempat saya berpikir, “ ini anak gagu apa ambeiyen sih gw ma laki gw ngajakin ngobrol bisa nya cuma manggut manggut sama senyum seyum??” Belakangan saya tahu alasan sikap senyum manggut2nya itu. Dia kaget melihat kedatangan saya dan pacar saya yang luar biasa menggemparkan alias berisik. Sial.

Ternyata dibalik sikap yang terlihat kalem dan lugu itu, dia menyimpan sesuatu, Kawan. Bukan harta karun sebenarnya.
Melainkan tulisan tulisan unik dan menyegarkan pada blog nya.
Saya tidak menyangka dias bisa menulis hal-hal konyol sperti itu.

Blognya bercerita tentang tindak tanduknya sehari hari yang mungkin sebenarnya wajar wajar saja, tapi mungkin karena dia manusia setengah irasional jadi semua yang dicertiakannya adalah LUAR BINASA.

Bisa-bisanya dia memposting tulisan yang memperlihatkan cairan berwarna merah dan hijau di blognya lengkap dengan ilustrasi nyata.
Masalah tukang cukur asmara nya itu lah
Atau “ bercelana-dalamkan handphone “ nya itu lah
Dan segala macam keunikan dalam tulisannya.

Menulis dengan gaya tulisan semaunya.
Dengan analogi sebisanya
Dengan majas se simple simple nya
Seenak enaknya dia dan sekena kena nya aja.

Jujur saya suka dengan gaya tulisan seperti itu, wahai Dias.
Santai, polos, dan sangat menyenangkan.

Sayangnya dias sudah jarang menulis lagi. Alasannya karena dia adalah seorang calon arsitek yang sedang mempersiapkan masa depannya dengan mengerjakan semua tugas yang menurut saya tidak masuk akal. Iya lah ga masuk di akal saya, wong saya warga berilmu sosial.

Dia butuh support katanya untuk menulis lagi.

Untuk itu, wahai Dias saya menulis disini.
Bangkitlah segera untuk menulis!!!
Nyalakan lagi imajinasi yang selalu tak terprediksi oleh akal sehat manapun!!!!
Sebarkan cinta kasih untuk dunia dengan tulisan maut mu!!!!! (Ok. Harus saya akui yang barusan berlebihan)

Intinya, keep on wrting, mate!!!
Keep your imagination alive!!!! 

Lihat blog si manusia setengah irasional ini di http://www.diazdiazdiaz.blogspot.com



sory yas, gw ngegrab foto lo hahaha

p.s: buat mas ugra, maaf y, sungguh tidak ada maksud apa apa mengenai tulisan ini. Aku akan selalu menyayangi mu hehehehe

Senin, 21 Juni 2010

Mengingat Mimpi :)



Tuhan paling tahu cara mengingatkan hamba-Nya.
Setidaknya itu yang saya rasakan sekarang.
Tuhan mengingatkan saya pada mimpi terbesar saya,

Saya ingin ke Inggris.

Ya, Inggris, tanpa alasan yang jelas dan rasional.

Saya baru tersadar betapa lama saya lupa akan mimpi itu.
Mimpi yang dulu sanggup buat saya merasa “lebih hidup”
Mimpi yang dulu bisa membuat saya terus bersemangat
Mimpi yang bisa membuat saya terus belajar.

Tuhan mengingatkan saya setelah saya berhasil diterima (kembali) di universitas ber-almamater kuning itu.
Saya diterima di jurusan Sastra Inggris.
Awalnya saya merasa “yaaah.. apaaa deh sastra inggris..”
Tak lama, saya menoleh kearah dinding kamar saya,
Dan saya menemukan kertas dengan tulisan tangan sederhana saya tertempel di sana.
Ada 2 kertas bedebu.

“Kota provinsi nasional”

“ SMA 1 UI UK”

Saya tersenyum dan mengingat,
Betapa determinded nya saya dulu.

Kalimat “Kota provinsi nasional” itu adalah target saya (dulu) untuk mengikuti lomba pidato bahasa Inggris ketika saya masih SMP.
Saya menulis semua itu ketika saya masih SMP.

Lomba se-kota, checked.
Lomba se-provinsi, cheked.
Lomba tingkat nasional, cheked.
SMA 1, cheked.

Dan sayangnya, ketika saya SMA, saya mulai lupa mimpi saya.
Saya mulai lupa untuk merajuk pada “peta mimpi” saya itu.
Tidak hilang, hanya lupa.
Terlampau lupa.

Mungkin teralu banyak hal yang harus saya lakukan dan masalah yang harus saya hadapi (maklum, anak muda, kalau punya masalah seakan-akan masalah terberat yang pernah ada di dunia) sehingga saya lupa mimpi “primitive” saya itu.

Ya bisa dibilang kekuatan mimpi itu berkurang,
Sangat berkurang sehingga saya kehilangan passion saya dalam hidup.

Harus saya akui, saya merasa kehidupan saya 1 tahun ini adalah hal yang paling membosankan sepanjang waktu yang telah saya lalui.

Oh ya, sudahkah saya memberitahu alasan mengapa saya memiliki mimpi itu?
Bersiaplah, Kawan.
Karena saya rasa ini cukup kampungan.

Saya ingin bertemu Daniel Radcliffe.

Irasional bukan?
Mengingat luas Inggris yang 244820 kilometer pesegi , memangnya semudah itu menemukan sosok Daniel Radcliffe???

Bagi yang tidak tahu siapa itu Daniel Radclife, biar saya beritahu.
Dia adalah aktor pemeran Harry Potter.
Ini gambarnya,


Dulu sewaktu saya SD-SMP saya penggila Harry Potter.
Lucu mengingat hal-hal irasional lain yang saya lakukan.
Mulai dari memburu setiap hal yang berhubungan dengan cerita penyihir itu.
Artikel, poster, bonus2 majalah, saya punya 2 tongkat sihir dan syal persis yang dipakai dalam film.
Menulis surat ke Daniel Radcliffe,
Dan ketika surat saya dibalas, saya dibuat lemas mabuk kepayang dengan sepucuk surat dan selembar foto sosok idola saya.

Memimpikan dia mengenal saya dan kita pasti akan bertegur sapa jika kami bertemu.

Irasional, sungguh irasional.

Tapi, itulah indahnya mimpi, Kawan.
Membuat hidup jadi berwarna.

Dan tersadarlah saya, Nirma Sandiningtias 19 tahun, lewat tulisan sederhana itu.
Lucu sekali mengetahui bagaimana Tuhan mengingatkan hal itu semua.

Nirma Sandiningtias 14 tahun.
Selalu punya mimpi, selalu punya tujuan, selalu yakin, selalu fokus.

Mungkin itu yang harus saya pelajari lagi.
“ keyakinan mimpi”

Tidak perlu ada alasan rasional untuk mempunyai mimpi, bahkan kita tidak perlu memiliki alasan untuk bermimpi.
Tidak perlu ada spekulasi negatif mengenai masalah “ apakah saya bisa mendapatkan mimpi itu?”
Tidak perlu memikirkan perkara hal apa yang dapat merintangi jalan kita menuju kesana.
Atau penyataan2 mengarah kalimat “tidak mungkin”.

Tak perlu.cukup percaya dan tanamkan.

Saya harus mulai menata diri lagi untuk percaya.
Dan saya memulai dengan cara sederhana.
Kembali membaca novel setebal kamus itu dan menonton filmnya.
Ajaib sekali, menyadari saya masih hafal dialog di film itu.
Hafal dengan jelas.

Menyenangkan sekali menemukan Nirma 14 tahun lagi.
Nirma yang punya mimpi dan harapan.
Bukannya saya tidak memiliki mimpi dan harapan selama 4 tahun terakhir ini.
Hanya saja, kali ini mimpi itu terasa lebih ‘nyata’ (kembali).

Tugas saya sekarang, bangun dari mimpi saya dan mulai bergerak.
Menjadikan mimpi saya sebagai “Peta Tujuan Akhir” saya.
Tetap semangat, tetap fokus.

God will lead the way as long as we’re stay on track.
Saya yakin itu.

Mengutip kalimat Arai dari buku Sang Pemimpi karangan Andrea Hirata,
“ Bermimpilah, dan tuhan akan memeluk mimpimu.”


semoga tulisan saya bisa mengingatkan tentang mimpi kalian juga, Kawan.
mimpi yang mungkin, pernah terlupa atau hilang.


p.s: sepertinya saya tidak akan melepas kertas itu sebelum saya kembali dari Inggris dan memberikan tanda checklist di samping kata UK


Doakan saya, Kawan

Rabu, 05 Mei 2010

Bantu aku, Ya Tuhan..

sungguh ingin saya berhenti dari hal ini.

menangis.

teralu sering saya melakukan hal itu.
tak ada baiknya.
tak ada gunanya.

memang itu akn membuat sya lepas.
ya memang lepas,
tapi hanya sementara.


untuk itu saya ingin berhenti.
sungguh ingin berhenti.

saya letih.
saya ingin lepas.
saya ingin "terbiasa".


saya tahu, saya harus tetap ikhlas dan tawakal dengan keadaan ini.
saya tahu, saya harus mengaplikasikan seluruh teori saya sndiri.
tapi sungguh, pendapat "praktek lebih sulit dari teori", benar adanya.

saya tahu, tak mestinya saya mengeluh.
tak semstinya saya sedih. karena sebenarnya saya tau,

hari itu pasti datang.

yang harus saya lakukan sekarang adalah
membiasakan diri dan merasakan ketakutan saya.

sempat saya berpendapat, "saya butuh pengalihan".

tapi akhir2 ini saya lebih berusaha "berdamai denagn ketakutan" saya sendiri.
karena jika saya renungkan lagi, "pengalihan" memang membuat saya lupa sejenak. tapi berefek "menghindari masalah".

jujur, sungguh sulit "berdamai dengan keadaan". tapi saya harus kuat.
saya harus bisa.

demi apapun nama yang ada di dunia ini, Tuhan.
bantu hamba-Mu ini. bantu aku untuk berdamai dengan hal ini. bantu aku untuk terbiasa dengan keadaan ini. bantu aku untuk menciptakan kebahagian ku sendiri.

karena aku hanya ingin tersenyum.
tersenyum yang benar-benar tersenyum.
bukan tersenyum menutupi luka hati.

bantu aku, ya Tuhan.

Rabu, 28 April 2010

Cinta Salah Sambung

Ini sebenernya cerita yang cukup lucu aja buat saya, saya tuils di sini karena semoga saja bisa sedikit menghibur.


Saat itu jumat malam, saya dalam perjalanan pulang saya ke Tangerang.
saya sudah sangat letih dengan semua kegiatan kuliah saya.
karena sudah letih, saya memutuskan untuk tidur sejenak di dalam bus 138 jurusan blok M-Tangerang itu.

sepertiny sudah cukup lama saya tertidur di bus itu, karena seingat saya, saya sudah sempat bermimpi.

nah, pada saat itu kejadian unik bin ajaib pun terjadi.
Handphone saya berdering. Mau tidak mau,saya mengangkat benda hitam yang paling sering saya bawa itu.

Masih dengan nyawa setengah, karena masih mengantuk, saya menjawab handphone saya, "Hallo, Assalamualaikum."

tapi, yang saya dengar malah dentingan gitar dari ujung telpon itu.

setelah dentingan solo, mulai terdengar nyanyian.

"Deeeeeewiiiiiii... bukalaaah keduaaa mataa muuu.. Pandanglah ruang di hati ku.. Deeeewwiiiiii.. berikan nafas mu untuk ku.. Agar ku hidup bersamaamuu.. bersaaamaaamuuu.. Terus bersamamuu.."


Jika kalian tidak mengenal lagu itu, biar saya beritahu, Kawan.
Itu adalah lagu yang dinyanyikan Alexa berjudul "Dewi."

lagu yang menyentuh seharusnya,

jujur saya sempat jadi malu-malu kucing, kegeeran tak beraturan.
karena saya berpikir, "waaaah..siapa ya yang berbuat romantis seperti ini kepada saya??"

tapi setelah nyanyian itu selesai, saya meninggikan gengsi saya dan memulai percakapan dengan si empu suara itu, begini percakapan saya (saya masih mengingat dengan jelas) :


Nirma (N): "mas, maaf mau bicara dengan siapa , ya?"
Mas (M): " Dewi, kamu mau terima cinta aku, kan?"
N : (Gondok sendiri tahu lagu tadi bukan untuk N) " yaaah.. mas, salah sambung niiih."
M: (syok lahir batin, mungkin karena malu ga ketulungan) "Ah, masa??? kamu jangan bercanda, Dewi. Kamu terima cinta aku kan?"
N : (mulai bete) "ngapain saya boong mas? Saya Dewa. Bukan Dewi." (boongnya ga logis banget, padahal suara saya betul-betul suara perempuan)
M : (desprate luar dalam) "Oh gitu."

TUT..TUT..TUT..TUT..TUT..
telpon pun langsung dimatikan oleh mas-mas "Alexa" itu.


Tragis. Cukup tragis.


Pelajaran yang di dapat dari kejadian itu:

1. Jangan over confidence untuk menyatakan cinta.
2. Tentukan cara yang paling efektif untuk menyatakan cinta.
3. Pertimbangkan baik buruk tiap cara yang dipilih.
4. Jika menelpon adalah jalan satu-satunya yang harus ditempuh, PASTIKAN NOMOR YANG ANDA TUJU BENAR.
5. Persiapkan mental Anda jika terjadi hal-hal yang bisa membuat Anda malu sampai ingin mengubur diri dalam-dalam.
6. Jauhkan benda-benda yang bisa membahayakan keselamatan Anda (takut stress, liat gunting langsung bunuh diri, kan gawat.)
7. Dekatkan diri kepada tuhan.



itu saja mungkin yang bisa saya ceritakan. semoga dapat terhibur.
oh iya, minta doanya ya buat mas "Alexa" itu. sampai sekarang saya masih blum tahu dia siapa. Semoga tidak terjadi hal-hal buruk kepada dia. Semoga dia tidak melakukan hal-hal yang diluar akal sehat karena sangking malunya dan semoga cintanya diterima oleh Mba Dewi.

jika Anda membaca notes ini, Mas "Alexa", saya mohon maaf sebesar-besarnya. Tetap sehat, tetap SEMANGAAAAAAAATTT!!!!!

Selasa, 27 April 2010

Filosofi Teh Poci


Kawan, pernahkah kau mnecicipi Teh Poci asli Tegal?
teh ini agak unik karena penyajiaanya seperti teh dengan gula batu di dalam gelasnya.
ya, di dalam gelasnya langsung.
bukan dari pocinya.

apa efeknya?

efek yang paling kentara adalah
teh akan terasa pahit, sepat, dan panas pada awalnya.
karena gula batu yang ada pada gelas belum larut sepenuhnya.
tapi, lama kelamaan, teh berubah manis dan segar seiring jalannya waktu.

mungkin ini filosofi yang sejalan, Kawan.

bersusah-susah dahulu..
bersenang-senang kemudian.

dan jika kita perhatikan lagi,Kawan.
tiap unsur dari teh poci emngandung filosofi hidup tertentu.

Gula Batu.
manis, bisa melambangkan kesenangan, impian, dan obsesi hidup.

Teh dalam Poci
pahit, sepet, dan panas, melambangkan kesulitan dan cobaan hidup.


kalau kita ingin manis (seluruh kesenangan), apakah kita bisa langsung memakan (hanya) gulabatu??

jika kita lakukan itu, niscaya gigi kita akan remuk seketika.
gula batu juga perlu diseduh dengan teh pahit nan panas agar bisa dinikmati dengan layak, bukan?

Begitu pula dengan "kesenangan hidup."


kita akan lebih bisa menikmati nikmat yang kita punya (gula) saat kita pernah "diseduh" denagn panasnya hidup dan pahitnya keadaan (Teh Poci).

dan kita harus tahu,
Teh Poci tidak bisa langsung diminum langsung setelah diseduh..
kau tahu bagaimana rasa melepuh akan memenuhi lapisan kulitmu.

Begitu pula dengan "kebijaksanaan hidup."

dia perlu waktu untuk terbentuk sempurna.
dia perlu manis dan pahitnya kehidupan,
ditambah waktu tepat untuk membentuk..


Terkadang, banyak orang berkata bahkan mengeluh
"Betapa sengsaranya hidup.."

Ingatlah, Kawan, Filosofi Poci..
Teh ini akan terasa sangaat segar bila diminum pada waktunya.

Semua butuh waktu untuk terbentuk sempurna.

Rasakan prosesnya, wahai Kawan.
dan tunggu saat kau rasakan nikmatnya kehidupan.

Jangan kau kira hidup ini sengsara, Kawan.
Kau tahu?


"sengsara" adalah hidup selalu menuntut bahagia.

Lagu Untuk 'Dia'

Kau bisikkan kata cinta kepadaku setiap waktu

Kau pasti takkan tinggalkanku selalu bersama

Mungkinkah kau mencintai diriku selama lamanya

Hingga maut memisahkan

Bukan hanya cinta yang sesaat terus menghilang

Bila hasrat telah usai

Bukan berarti aku tak percaya akan kesungguhanmu

Tapi perihku dimasa yang lalu belum juga hilang

Selalu membayangi


Mungkinkah terwujud keabadian

Uuh...bila hasrat t'lah usai

Penyakit "Sakit Hati Kaya Dicubit"

Pernah ga kalian merasa sakit hati kaya dicubit??

perasaan yang ada di hati kalian ketika kalian tidak suka pada suatu hal.
rasanya seperti ada semut yang menggigit kalian.
"celeeekiiiiiiiiit." mungkin seperti itu bunyinya jika memang dapat dibunyikan.
atau mungkin hanya saya saja yang merasakan yaaa??

mungkin itu salah satu keanehan saya.

terjangkit "sakit hati kaya dicubit."


sering sekali saya merasakannya.

terutama ketika saya mulai cemburu.
entah itu karena merasa "dikalahkan" dalam bidang prestasi ataupun asmara.


tapi lebih sering karena alasan kedua,sih.. :P


aneh memang.
saya itu adalah orang yang sering merasa minder terhadap diri saya
walaupun banyak orang disekitar saya yang menganggap saya superior.

dan saya merasa hal itu menjadi salah satu faktor utama kenapa saya bisa terjangkit penyakit aneh bin ajaib itu.


demi nama langit dunia,
"rasa sakit hati kaya dicubit" itu sungguh sangat tidak nyaman.

saya pun bingung bagaimana seharusnya saya bersikap pada penyakit saya yang satu ini.

contoh sederhana:

penyakit itu datang ketika ada teman perempuan (yang sempat menjadi teman spesial) pacar saya meng-comment status pacar saya di facebook.

saya tahu,
perasaan itu tidak sehat.

sungguh saya ingin sembuh dari penyakit aneh itu.



ada yang tahu cara penyembuhannya??

saya akan sangat berterimakasih dan mungkin akan menganggap orang itu pahlawan dalam hidup saya.

*walaupun terlihat berlebihan kalimat terakhir saya, tapi saya sungguh-sungguh.

Senin, 26 April 2010

tes personality dalai lama *worthed to try!!!!

Test personality Dalai Lama

Dalai Lama Personality Test (Tes Personality Dalai Lama)

Dalai lama berkata : " Bacalah dan lihat apakah ini bekerja untukmu ". Sangat menarik. Hanya 4 pertanyaan dan jawabannya akan mengejutkan !!! :)

Jangan Curang dengan mengintip terlebih dahulu jawabannya. Otak kita itu seperti parasut, Bekerja dengan baik jika dalam keadaan terbuka. Sangat menyenangkan untuk dilakukan, tapi kamu harus mengikuti Instruksinya secara perlahan-lahan.

Ucapkan keinginan Anda sebelum memulai Test !!!

Perhatian !!! Jawablah pertanyaan berikut sesuai dengan pilihan hati kamu sendiri.

Arahkan ke bawah secara perkahan dan jawablah semua test secara berurutan. Jangan mengintip pertanyaan nomor berikutnya jika belum menjawab jawaban yg diatasnya.

Gunakan pensil dan kertas untuk menulis jawaban kamu !!! Kamu akan memerlukannya pada saat ingin mengetahui jawaban yg jujur ttg kamu. Semua Jwban akan menceritakan banyak hal tentang kamu sendiri. Jangan takut hahahahaha...


Pertanyaan#1
Manakah dari pilihan dibawah ini yang merupakan hewan yang paling kamu sukai.
a. Sapi / Cow
b. Macan / Tiger
c. Kambing/ Sheep
d. Kuda / Horse
e. Babi / Pig

Pertanyaan#2
Tuliskan Satu Kata yg menjelaskan tentang hal dibawah ini menurut anda (Contoh : Hujan -- Satu kata yg ada dibenak saya adalah : Menyegarkan dan penuh berkah )
1.Anjing / Dog
2.Kucing / Cat
3.Tikus / Rat
4.Kopi / Coffe
5.Laut / Sea

Pertanyaan#3
Pikirkan seseorang ( Yang juga mengenalmu dan memiliki arti penting buat kamu ), dimana kamu bisa menghubungkannya dengan warna dibawah ini. Jika mendengar warna dibawah ini..siapa orang yang langsung teringat bagi anda( Jangan mengulang Jawabannya, jawaban pertama anda adalah yg digunakan). Masing-masing warna dijawab hanya dengan menyebut 1 nama.
1. Kuning
2. Orange
3. Merah
4. Putih
5. Hijau

Pertanyaan#4
Selanjutnya Tuliskan Angka favorit anda dan hari favorit anda.

Ucapkan Sesuatu Keinginan yg benar- benar kamu inginkan !!!

Lihat Jawaban dari pertanyaan anda dibawah ini. (Sebelumnya ucapkan sekali lagi keinginan anda)


Pertanyaan # 1:
Hal ini akan menjawab Prioritas Hidup Anda ( Mana yg diutamakan )
Sapi / Cow berarti Karir
Macan / tiger berarti Harga Diri
Kambing / Sheep berarti Cinta
Kuda / Horse berarti Keluarga
Babi / Pig berarti Uang / Kekayaan

Pertanyaan # 2:
Deskripsi anda tentang Anjing/ Dog merupakan gambaran DIRI ANDA SENDIRI
Deskripsi anda tentang Kucing/ Cat merupakan gambaran Sifat Pasangan Anda
Deskripsi anda tentang Tikus/ Rat merupakan gambaran Sifat Musuh Anda
Deskripsi anda tentang Kopi/ Coffe merupakan Jawaban anda jika ditanya Makna Seks...
Deskripsi anda tentang Laut/ Sea merupakan gambaran kehidupan diri anda sendiri

Pertanyaan# 3:
Kuning / Yellow adalah Seseorang yg tidak akan pernah kamu lupakan
Orange adalah seseorang yg kamu anggap sebagai sahabat Sejati anda
Merah / Red adalah seseorang yang sangat kamu cintai !!
Putih / White adalah Seseorang yg hatinya merupakan kembaran hati anda YourTwin Soul )
Hijau / Green adalah seseorang yg akan kamu ingat untuk selama-lamanya

Pertanyaan # 4:
Kamu harus mengirmkan Pesan ini sebanyak angka favorit anda

2 Hal Paling Sulit

Ada dua hal yang masih sulit untuk saya pelajari di dunia ini.


Ikhlas dan cemas.


Dua hal itu sangat sering menggannjal saya.
Saya tidak tahu bagaimana caranya untuk tidak cemas dengan segala sesuatu yang ada di hidup saya.
Dan bagaimana cara mengikhlaskan segala sesuatu yang mungkin membuat diri saya kecewa.


Banyak hal yang sudah saya lakukan.

Membaca buku
Mendengarkan nasehat orang-orang
Menghibur diri
Mencoba berpikir baik tentang suatu hal
Dan hal-hal lain


Tapi tetap saja, sulit sekali untuk menguasai kecemasan dan membiarkan ikhlas itu datang.

Kau tahu, Kawan?

Cemas ini benar-benar menyiksa.
Membuat kau buyar
Menbuat kau penat

Ingin sekali saya mneghilangkan rasa yang sebenarnya tidak perlu ini.
Walaupun ya, saya mengerti cemas itu ada guna nya.
Tapi kau harus tahu, Kawan.
Cemas ku ini hal yang berlebihan.
Cemas ku ini seperti kau mengkhawatirkan tidak ada udara di dunia ini.

Kadar ikhlas ku juga sulit untuk diukur.

Terkadang saya bisa menjadi orang yang paling ikhlas.
Tapi di sisi lain,

Saya bisa menjadi orang yang paling merasa Tuhan tidak adil.



Harus saya akui, saya labil, Kawan.

Dan saya ingin sekali mengurangi hal yang seperti ini.

Seperti yang kita tahu,
Sesuatu yang berlebihan itu tak baik.


Saya ingin mengurangi kadar cemas saya dan meningkakan kadar ikhlas saya.

Karena, sesungguhnya ,Kawan.

Saya mulai letih dengan prasangka.
Saya mulai jenuh dengan semua rasa curiga.
Saya penat dengan hal “Tuhan tidak adil.”

Saya ingin ketenangan, Kawan.

Sungguh ingin ketenangan.

Percayalah.

Pernah kalian disalahkan atas segala swtu yg tak prnah kalian rasakan??

Demi langit.
Rasanya pilu bukan buatan, kawan.

Pernah kalian dianggap sebagai sesuatu yg sbnrny bukan kalian??

Sesungguhnya.
Itu bagaikan jantung terhunus panah racun, kawan.

Pernah kalian dipojokan atas segala sakit mereka wlw sakit yg mereka berikan jauh lebih nyeri drpd yg mereka rasakan??

Kawan,
jangankan berikan prbandingan.
Mengingat rasany saja sungguh mrpakan sayatan tak trtahankan.

Pernah prbuatan dan niatan baik kalian dbalas dgn sejuta cemohan?

Kau tahu, kawan??
Rasany sprti kau punya tangis yg berubah jd batu.
Lantas kau tak dpt menangis.
Hanya terdiam.terdiam.dan terdiam.
Menunggu rasa pilu itu mmbunuhmu perlahan.


Jika kalian pernah alami tadi,

bertahanlah, kawan..

Kau tak sendirian.

Biarkanlah mereka bebas mengatakan apa yg mreka inginkan ttg mu..

Angkat kepalamu, tegakkan jiwamu..
Lantas berjalanlah mantap lewati mereka..


Tak perlu lah, kawan, sendu itu..

Karena itu hany membuat puas tawa mereka..


Cukup 1 hal, kawan...


Percayalah,


Tuhan tidak tidur.

lagu yang bisa bikin air mata kaya air bah

Hari kian bergulir

Semakin dekat dirimu di hatiku

Meskipun tak terucapkan

Ku merasakan dalamnya cintaku

Jangan berhenti mencintaiku

Meski mentari berhenti bersinar

Jangan berubah sedikitpun

Di dalam cintamu ku temukan bahagia

Jalan mungkin berliku

Tak kan lelah bila di sampingmu

Semakin ku mengenalmu

Jelas terlihat pintu masa depan

Semoga tiada berhenti

Bersemi selamanya




*Titi Dj-Jangan Berhenti Mencintaiku


dedicated to : UHS yang jauh di Semarang sana.
Kalo pintu kemana saja itu bener-bener ada, aku pengen banget nemenin kamu terus disana mas.

Minggu, 25 April 2010

"menciptakan" kebahagiaan

kawan,

saya sore ini baru saja menonton Kick Andy, sebuah acara talk show yang disiarkan d metro Tv. Tema episode kali ini adalah "kekuatan cinta".

karena memang tidak ada tontonan yang lebih menarik lag, akhirnya saya putuskan untuk menonton talk show itu.

awalnya saya biasa saja menontonya walaupun, ya, kisah-kisah yang diceritakan memang mengharukan.

sampai ada satu kisah, sepasang suami istri yang bercerita bahwa pernikahan mereka tidak direstui oleh pihak keluarga si istri karena suami adalah pengidap penyakit polio.

Andy Noya, presenter acara tersebut bertanya, " Apakah Anda bahagia dengan keadaan keluarga yang seperti ini?" Kira-kira begitu hal yang dtanyakan.

Saya terkejut mendengar jawaban si istri.
"tentu bahagia. karena kami menciptakan kebahagian di keluarga kami."


ya. Menciptakan Kebahagiaan.
patut untuk digarisbawahi, Kawan.

Selama ini dalih kita adalah " mencari kebahagiaan" bukan "menciptakan".

tapi menurut ibu tadi, kita tidak akan mungkin menenukan kebahagian jika bukan kita yang menciptakan.

karena keadaan memang diciptakan, bukan ditemukan.

kalimat ibu tadi benar-benar membuat saya merenung.


betapa tidak adilnya saya kepada diri saya.
karena ketika saya berada dalam kejenuhan atau kesulitan,
sering kali saya merasa bahwa saya berada di kondisi yang benar-benar terperuk.

saya menyalahkan keadaan.

ya, "tidak menemukan kebahagiaan", istilah nya.


dan setelah acara tadi.
sungguh sayamerasa tertampar.

seharusnya saya yang "menciptakan kebahagiaan".
bukan mencoba "mencari kebahagian."

karena kebahagiaan tidak akan pernah ada jika memang bukan kita yang membuat bahagia itu ada.
tersenyum itu sudah merupakan sebuah cara paling mudah untuk menciptakan kebahagiaan kita.

banyak cara lain untuk menciptakan kebahagiaan.
misalnya,

Bersyukur kepada Tuhan yang telah memberikan kehidupan kepada kita
dan menolong sesama.

cukup hal saja,
dan itu sudah dapat membuat kita menjadi orang yang bahagia.

silakan ciptakan sendiri kebahagiaanmu, Kawan.
dan selamat berbahagia.

:)

Kamis, 22 April 2010

Hnaya Terlambat

kau teralu terlambat.
rasa ini terlanjur berkurang nyata
terbawa arus letih menunggu

rasa ku taklagi layaknya dulu
hasrat ku tak sekuat yang lalu

dulu saat panas dunia tusuk ku
saat itu
kau udara sejukan ku
buat ku bangkit dari jemu ku
bangunkan suara batin kekuatan ku

tapi
tidak untuk waktu ini
maaf
ku hanya rasakan hadirmu datar.


mengapa kau baru datang kini?
kemana saja kau waktu lampau?
mengapa kau tak tampak saat ku masih terpaut aura itu?
dimana kau?
saat ku meniti bayang dan curi dengar suara mu?

ketika ku masih pikir impikan mu?
ketika ku masih bergelimang rindu untuk mu?
ketika ku rasakan diri terperangkap dalam harum mu?


ternyata.
kau 'hanya' terlambat.

4LaY dan hidup

4L4y,,

Fenomena Alay kayanya memang lagi happening banget ya di sekitar kita..

Paling banyak bisa ditemukan yaaa di Facebook.

Mulai dari nama-nama yang ajaib,
Status..
Wall-wall..
Deskripsi diri yang ada di info..
Pencantuman siblings yang banyaknya bisa 2 paragraf sendiri..
Dan hal-hal ajaib lainnya..

Banyak banget teman-teman saya yang menghujat keberadaan alay itu..
“Annoying baaangeeeeeeeett , Niir,” begitu kata teman-teman saya.

Memang sih, awalnya saya adalah salah satu orang yang merasa keberadaan teman-teman unik itu ga penting..
Karena mungkin influence dari teman-teman saya yang memang agak keberatan sama pihak yang dikategorikan sebagai “alay”.

Oh ya, mungkin ada dari beberapa kalian yang masih ga tau apa itu ”Alay” menurut kamus pergaulan masa kini (sumpah yang ini ga bgt :p ).

Alay adalah sekumpulan orang yang suka memaksakan diri menjadi pihak yang gaul. Sangking ngerasa gaulnya, sampe-sampe suka melakukan hal-hal unik yang sulit dicerna maksudnya oleh pihak-pihak lain.

Hal yang paling kentara itu cara penulisan mereka yang menggunakan huruf kapital di tengah-tengah kata atau menggunakan angka sebagai pengganti huruf.
Misalnya,


mUphh yaAchH rU leZz

bE betTeR pERsOn ajaa...
sUcCseS PErSoN...

aqYuuh 6a Muwh kamuwh pEr6Y darY cSy quWh...


Yang artinya,

maaf yah baru bales

be a better person aja succes person

aku ga mau kamu pergi dari sisi ku





Ajaib kan??


Ok. Balik ke topik sebelumnya.

Banyak teman-teman saya yang memang ga suka dengan keberadaan teman-teman unik tadi..
Sampe ada yang bisa maki-maki ga karuan cuma gara-gara baca tulisan yang aneh unik bin ajaib itu..
“ Sumpaaah yaaa, Niir.. itu tuh ga bangeeett.. masa gaya ngomongnya mesti gitu, sih?? Bener-bener annoying!! Apa,sih yang dipikirin sama mereka??? Ga penting bangeet tau ga?? Blaa..blaaa..blaaa..”

Kira-kira begitu makian yang saya dengar tiap kali angka dan huruf kapital itu muncul di depan mata teman saya.
Yang jelas saya ga akan menampilkan ucapan-ucapan lain yang dilontarkan begitu saja dari mulut teman saya. Terlalu vulgar dan takut menyakiti pihak lain.

Beeegiituuuuuuuu seeeerrrrrrrrriiiiiiiiingg
…..
Sampai saya bosan sendiri dengan keluhannya dan malah jadi membuat saya berpikir,

“Kalo lo ngerasa mereka ga penting, terus kenapa lo terus komentarin masalah mereka??”
“Kenapa lo mesti peduli sama huruf apa yang mereka tulis dan gaya bahasa apa yang harusnya mereka pake??”
“Kenapa lo mesti stress sendiri cuma gara-gara liat status mereka?”
“Kenapa lo repot liat sodara mereka yang buaaanyaaaak itu?”




“Kenapa, sih mesti pusing sama hidup orang lain?”

Biarin aja mereka menikmati hidup mereka..
Mereka punya hak, kok buat melakukan hal-hal yang mereka suka..

Toh, mestinya biarpun mereka melakukan hal-hal ajaib itu,
Ga akan ada efek negatifnya kan buat hidup kita??

Gara-gara liat huruf dan angka yang nongol di tengah kata itu..
Ga akan buat kita sakit..
Ga akan buat kerjaan kita berantakan..
Ga akan buat nilai nilai kita jatoh..
Ga akan buat kita putus sama si pacar..

Ga akan ada hal buruk terjadi..


Yaaaa..
Unless, kita justru mikirin bahkan dibuat pusing..
Yang ada malah hal buruk terjadi..

Gara-gara liat huruf dan angka yang nongol di tengah kata itu..

Bisa jadi kita putus sama pacar kita,
Karena sangking seringnya kita ngomel, maki, marah-marah ,sampe si pacar bosen sendiri kaya ga ada omongan lain buat dibahas selain alay, pusing dengerin semua cacian kita tentang alay.

Bisa jadi nilai jatoh atau kerjaan kita berantakan,
Karena teralu sering memikirkan kenapa si alay berbuat kaya gitu..

Bisa jadi sakit,
Karena terlalu sering mikirin dan marah-marah gara-gara kelakuan si alay, kita jadi pusing sendiri, tekanan darah jadi tinggi. (penyebab penyakit jantung sama stroke tuuuuh!!)

Ok. Mungkin penjelasan tadi kurang logis.

Tapi, intinya sih, kita jadi ga fokus sama hidup kita sendiri.

Sayang kan??

Ini, niiih permasalahan yang paling sering ditemukan pada diri orang-orang..

We do reaaaallly often sweat the small things.

Which make our life became harder and more complicated than its suppose to be.

Setujuuu gaaa??

Alay hanya satu dari jutaan hal-hal kecil yang sering kita permasalahkan..
Banyak hal-hal kecil yang suka kita buat rumit sendiri.
Kenapa saya bisa bilang kaya gitu, karena memang banyak contoh yang saya lihat selama ini.
Saya juga salah satu dari jutaan orang yang suka khilaf.

Well, kalo alay itu memang annoying buat kita,
Yaudaaah let them go ajaa..
Toh itu juga bukan urusan yang berpengaruh langsung terhadap hidup kita..


Sekali lagi.
Mempermasalahkan hal kecil akan menambah kesulitan hidup.

Masih banyak hal yang perlu untuk kita perhatikan..
Masih banyak hal dari hidup kita yang perlu kita perbaiki..

Dan untuk memperbaiki hidup kita,
we need to stay focused, don’t we??

Bukannya malah memikirkan hal kecil, pada kasus ini alay yang jelas bukan masalah yang berpengaruh buat hidup kita.

Let them go..
Let it go..
Let it be..

Maksud saya di sini, bukannya kita malah mengecilkan masalah..
Saya hanya menyarankan untuk mensortir hal-hal dalam hidup ini berdasarkan prioritas..

Supaya kita tetap fokus,
Dan membuat hidup kita lebih baik.

Semua yang saya tulis memang gampang dibaca, tapi sulit untuk diimplementasikan.
Saya tahu itu.

Tapi, tak ada salahnya berusaha untuk lebih baik.

Mulai dari sekarang,
Mari sama-sama berbenah diri..
Mari kita sama-sama mensortir hal dalam hidup..
Mari sama-sama fokus diri..

Stay focused for a better life!!!!




Special thanks to “Teman-teman Unik” yang telah memberikan saya ruang berpikir tentang hidup..

p.s : Bila terdapat kesalahan pada tulisan ini, entah apapun itu, penulis meminta maaf sebesar-besarnya.

Pelajaran Dari Kereta

Pembelajaran bisa didapatkan dimana saja, kapan saja, dari siapa saja..
Kalimat itu mungkin paling tepat untuk menggambarkan cerita saya..

Saya dan pembelajaran baru tentang hidup..



Hari itu hujan deras, sangat deras..
Dan saya harus ke kampus.
Demi apapun di dunia ini,
Akan saya lakukan untuk tidak menggerakkan tubuh saya menuju kampus yang semestinya saya cintai itu.
Tapi, mengingat nominal yang harus dikeluarkan kakak dan orang tua saya demi masa depan itu,
Saya pun berangkat.

Selama perjalanan, saya menggerutu.

“Knapa, sih pake ujan?”
“Knapa, sih ada kuliah pengganti?”
“Knapa, sih kosan jauh?”
“Knapa ga panas aja, sih?”

“Gara2 ujan nih, sepatu gw kotor.”
“Gara2 ujan nih, baju gw lepek.”
“Gara2 kul pengganti nih, gw jadi gbs pulang cepet.”

Terus saya berjalan sambil mencaci keadaaan.

Dan ketika saya sampai kampus.

“Nir, ga jadi ada kuliah pengganti hari ini.”

Detik itu juga,
Ingin saya bakar almamater itu.

Merasa tak ada pilihan, akhirnya saya pun pulang.

Dan pembelajaran itu pun dimulai.

Terdapat 2 bocah pengamen tak jauh dari tempat saya duduk.
Mereka berbincang,
Saya pun curi dengar .
Kira2 begini percakapan mereka:


Otong:Jak, si Baba ad2 aja dah.
Jaki: Knape tong?
O: Iyee kerjaaanya ngegerutu mulu..
J: Laaahh dia kan mang bgitu anaknye
O: Iye, tadi gw ajakin ngamen malah marah2. katanya males lah ngamen ujan2, becek, suara jadi g kdengeran, org2 jd g dngerin, penumpang juga lagi dikit, bnyak bgt alesannye!
J: Kmren gw ajak wktu panas juga gt alesannya. Dia mah gt ga bersyukur, dikasih ujan minta panas, dikasih panas minta ujan. Kudunya mah hadepin aj, y ga, tong?
O: Iy, dpikir dunia punya dy kali ya?? Mau smw nurutin dy, dikata hidup sempurna kali ya buat dia?
J: Hahahahaha, bner2. kan kaga ad yang sempurna y, tong. Seimbang2 aje.



Kalimat terakhir.
Ya, kalimat terakhir itu pelajarannya.

Tak ada yang sempurna, tapi seimbang.

Saya ingat umpatan2 saya tadi.
Betapa piciknya saya..
Betapa lemahnya saya..
Betapa tidak bijaksananya saya..
Betapa malunya saya kepada 2 bocah pengamen tadi..

Banyak dari kita yang hanya menginginkan semua terjadi seperti apa yang kita inginkan.
Bukan membiarkan semua terjadi semestinya.

Ketika hal datang dan kita tidak menghendakinya,
Lantas kita mengumpat,
Mencaci, bahkan marah pada kehidupan.
Merasa Tuhan tidak adil.

Tidak ada yang sempurna, kawan.

Bukankah ketika saya tidak menginginkan hujan,
Masih ada kawan lain yang sangat membutuhkannya?
Pasti selalu ada alasan baik di tiap keadaan, bahkan dalam keaadan sulit sekalipun.

Itulah seimbang, kawan.

Ketika hal ‘buruk’ datang,
Bukankah lebih baik kita tersenyum?
Mengikhlaskan semua terjadi semestinya
Bersyukur Tuhan masih mau mengingatkan kita

Ketika kita hanya mengharapkan kesempurnaan,
Hanya letih yang akan kita dapatkan.
Karena kita akan terus mencari, mencari, dan mencari.
Seperti sifat dasar,
Manusia tidak akan pernah puas.
Dan biasanya, sikap tak pernah puas itu berujung pada titik tidak bersyukur.

Ketika kita menghendaki keseimbangan hidup,
Maka apapun yang terjadi di hidup kita akan jauh lebih menyenangkan.
Karena kita membiarkan alam bekerja dengan semestinya.
Kita akan jauh lebih ikhlas.
Kita akan lebih lebih tenang, sekalipun kita sudah melakukan kesalahan dan harus memperbaikinya.
Ketika kita ikhlas, hal baik pun akan datang seiring jalan.

Itulah sebabnya, saya lebih setuju dengan ide seimbang daripada sempurna.


Mungkin, saya tidak begitu baik dalam bercerita atau bahkan cerita ini terasa sungguh membosankan dan membingungkan.
Tapi, niat saya hanya berbagi.
Itu saja.

Semoga kita bisa menjadi manusia yang lebih baik dan lebih seimbang.

Rabu, 21 April 2010

Cerita Seteguk Cokelat Panas


Saya memiliki cerita yang cukup sederhana
Tapi mampu membuat saya sedikit merenung.

Pagi ini, hari minggu, saya seharusnya pergi les.
Tapi karena saya datang teralu pagi,
Kelas mulai jam 1 sedangkan saya sudah datang jam setengah 10.

Akhirnya, saya memutuskan untuk pergi ke sebuah mall di kota saya, bermaksud membeli buku.
Tapi karena buku yang saya maksud tidak ada,
Saya pun berlabuh di sebuah toko donat berlambang merak dengan dominasi warna orange dan coklat..
Kebetulan, saya memang ingin coklat panas dan donat berlapis gula itu..

Datang. Beli. Minum.

Hal itu yang biasa saya lakukan.

Tapi kali ini, saya tidak langsung menghabiskan si coklat panas dan donat lapis gula itu dengan cepat kilat tanpa belas kasihan.
Karena, yaaa, saya memang masih punya banyak waktu untuk ‘dibunuh’ sebelum saya berangkat lagi ke tempat les.
Jadi, saya agak sedikit berlama-lama duduk disana.

Seteguk…seteguk…
Segigit…segigit…

Saya menggerakkan badan, mengatur posisi nyaman saya.

Seteguk.. seteguk..

Mata saya memandang ke arah luar,
Ternyata pohon yang berada diluar cukup hijau untuk menyegarkan mata.

Seteguk.. seteguk..
Dan segigit..

Dan saya mulai berpikir, “Ko, coklat ini lebih enak dari biasanya ya?”

Terus saya meminum seteguk demi seteguk dan tetap melihat suasana sekitar saya.

Seteguk.. seteguk..
Segigit..

Saya meletakkan coklat panas saya di atas meja.
Lalu saya memejamkan mata.
Terasa di lidah, manis yang menyebar rata..
Aroma coklat yang memenuhi saluran pernafasan saya
Dan gurihnya rasa mentega..

Saya menghela nafas, “Sungguh nikmat coklat ini.”

Akhirnya saya membuka mata,
Setelah saya membuka mata,
Saya pun tersenyum..

“Enjoy slowly.. This hot beverage is all yours..”

Itu tulisan yang terdapat di permukaan gelas colat panas yang saya minum.
Lucu sekali.
Setelah sekian lama dan sekian banyak meminum coklat panas yang sama,
Saya baru mengerti pesan yang disampaikan si coklat panas.

Memang arti harafiahnya “Nikmatilah perlahan.. Minuman panas ini sepenuhnya milikmu..”
Pesan itu sengaja disampaikan agar si pembeli bisa meminum coklat itu perlahan.
Karena memang, coklat itu cukup panas untuk diminum segera.

Tapi, saya juga menangkap lain isi pesan itu.

“Enjoy slowly… This hot beverage is all yours..”
Merupakan sindiran unik bagi saya.

Banyak dari waktu yang saya lalui segera..secepat mungkin..
Karena saya mematok banyak target hidup yang harus saya achieve.
Terus..terus..mengejar ‘sesuatu’, seperti cara yang biasa saya gunakan untuk menghabiskan coklat panas itu...

Setelah habis,
Saya lupa nikmat rasa coklat itu..

Berbeda sekali dengan apa yang saya rasakan sekarang.

Coklat panas itu terasa lebih nikmat..
Dan saya baru ingat, hal yang sering luput dari carahidup atau gaya meminum coklat saya,


Jeda.



Terlalu sibuk saya dengan target dan ambisi saya.
Hingga saya melupakan tubuh saya pun berhak bersenang-senang.
Terkadang hingga saya lupa betapa indah hidup ini, bahkan dari hal-hal sederhana.

Betapa sejuk pemandangan di luar
Betapa manis cara ibu anak tadi berkomunikasi
Betapa manis kenangan hidup saya
Betapa baik keluarga, teman, dan kerabat saya
Betapa menyenangkannya menjadi saya
Betapa beruntungnya saya


Ya, benar. Saya lupa akan itu, Kawan.

Itu sebabnya saya sering merasa tak puas diri, terkadang justru merasa selalu ada yang salah, dan berujung pada rasa penat akan hidup sendiri.

Bukan bermaksud untuk hidup lambat lantas tidak memiliki tujuan dan target pencapaian.
Tapi, semata mata mengingatkan kita akan tombol ‘pause’ dalam hidup kita.

“Enjoy slowly...”

Karena,
Dengan jeda, kita lebih bisa menenangkan diri sendiri.
Menghela nafas sejenak.
Melihat dengan jelas keadaan sekitar.

“This hot beverage is all yours..”

Walaupun hidup tidak mudah,
Tapi hidup ini sesungguhnya tetap milik kita..
Kita berhak menentukan bagaimana cara kita menjalani hidup.
Kita berhak beristirahat sejenak di tengah padatnya keadaan.
Kita berhak menepuk pundak kita, memberikan apresiasi kepada diri sendiri.
Kita berhak berbahagia atas apa saja yang terjadi dalam hidup ini.

Baru kemudian,
Merencanakan perjalanan hidup dengan diri yang jauh lebih bahagia, tenang, dan siap.


Itulah, Kawan, cerita dari seteguk coklat panas.
Semoga sedikit memberi pemahaman. :)

Sebuah Halaman Awal

waaaaahh...

agak aneh sebenarnya saya memutuskan untuk membuat blog.

tapi saya rasa ini cukup baik dilakukan mengingat bnayknya kertas yang saya gunakan untuk corat coret ga jelas tiap harinya.
saya corat coret itu cuma buat nulis hal-hal iseng saya, yang biasanya tiba-tiba aj keluar dipikiran saya..

entah itu quotes, ide-ide dodol buat bikin suatu cerita, lirik lagu yang sesuai sama suasana hati, curhatan hari-hari saya, atau cuma ga jelas nulis nama sendiri (baca: nirma cantik) sangking sukanya saya corat-coret ga ada tujuannya.

ok. mulai dari awal sudah harus saya informasikan para anda semua, wahai pembaca (walaupun sebenernya saya ga yakin juga blog aneh ini ada yang baca kecuali saya)..


saya bukanlah seorang penulis yang baik, apalagi yang bisa menginspirasi..

waaaaduuuh jauh bgt deeh,
saya bikin blog ini cuma prihatin aja sama keadan kertas-kertas putih yang biasa saya gunakan sebagai korban ' kebiadaban' saya.
lagian kalo saya terus-terusan corat-coret di kertas, sama aja saya jadi penyebab global warming..
ya gaa??

makanya saya putuskan untuk buat blog sajaa..

:)

masalah nama blog ini, knapa saya namain "Kertas Putih"??
sebernya sih waktu saya ngetik nama itu tadi ga pake filosofi-filosofian segala.
kata itu yang terlintas pertama di benak saya.

tapi setelah saya pikir-pikir,
ternyata bisa aja yaa ada makna nya...

kertas putih itu kan sesuatu yang baru..
sesuatu yang bisa kita jadikan berguna jugaa..

semoga blog saya bisa berguna deeh..
semoga bisa memberiakn hal baru juga buat kita semua..

amin amin amin :)