Selamat Datang!!!

selamat datang, Kawan di blog saya, Kertas Putih!!

saya informasikan kepada kalian semua bahwa saya bukanlah penulis yang baik.

saya menulis di blog ini hanya untuk menyalurkan pemikiran saya yang mungkin dapat dijadikan renungan bersama atau hanya dijadikan hiburan semata.


akhir kata,

Kertas Putih ini hanyalah sederhana.

Senin, 28 Juni 2010

A Tribute to 25th January

Lucu jika ada yang mempertanyakan bagaimana saya dan pacar saya, Ugra Hutama pertama kali bertemu.

Kami berdua tidak ada yang pernah ingat bagaimana kami bertemu..
Semuanya terjadi begitu saja.

Seingat saya, saya bertemu dia karena kita masih 1 kelas di sekolah yang sama.
Itu saja.
Tapi, sebenarnya saya merasa alam sudah dari awal ingin mempertemukan kami.

Mengapa?? Ini ceritanya

Saya mendaftar di salah satu tempat bimbel di kota saya. Yah sebenarnya bukan saya yang mendaftar, melainkan ibu saya. Nah, karena itu, saya didaftarkan pada hari yang tidak saya inginkan, hari sabtu. Dengan kesal saya ngotot untuk pindah di kelas hari senin karena Dias, teman saya juga berada di hari itu. Walaupun dias sudah mengatakan “ada ko niiir temen sekelas lo, namanya Ugra apa yaa..” tapi karena saya tidak kenal siapa itu ugra, ya saya malas dan tetap ngotot untuk ganti hari.
Jadilah saya tidak bertemu dengan si Ugra itu.

Tapi, yaaa namanya juga takdir ya,
Tetap saja saya jadi dekat dengan dia.

Sungguh hingga sekarang pun kami lupa karena apa kami bisa pertama kali bicara.
Yang saya ingat hanyalah, kami dipertemukan dan didekatkan karena adanya jasa suatu media chatting yang pada saat itu sedang digandrungi kawula muda*hahaha jijik bgt deh. Media itu bernama Mxit.

Hahaha lucu sekali mengingatnya,
Bagaimana saya selalu mencari nama “UGRAKEREN” setiap saya memulai untuk ber-chat ria di media online itu.
Bahagianya saya ketika saya lihat ada nama itu (walaupun tak sekeren wajahnya haha) dan tak sabar untuk segera berbincang dengannya lewat media maya itu.

Sebenarnya lebih banyak bagian bagian sedih dalam masa ‘penjajakan’ saya dan dia (walaupun sebenarnya hal yg tadi saya sebutkan bukanlah tahap penjajakan sebenarnya). Tapi saya tidak mau menbahas hal yang tidak enak karena saya ingin menghindari “rasa sakit kaya dicubit” itu.

Singkatnya, pada masa “belum jadian” itu, saya sungguh menikmati tiap gelagat yang dia lakukan.
Entah itu ketika dia sedang menulis, bicara, tertawa.
Saya suka melihat dia yang sedang bermain bola dari atas, dari kejauhan. Saya berani jamin dia tidak akan pernah tahu masalah itu, dan juga saya sering mencuri pandang dia ketika sedang berpapasan atau sedang berbicara.
saya ingat wangi tubuhnya, apa warna kesukaannya, warna jaketnya.

Jatuh cinta, aduhaaaaaaiiii rasanyaa hahahahaha

Saya pernah merasakan bagaimana rasanya tidak tahu harus berbuat apa ketika bertemu dengannya.

Pada waktu itu acaranya adalah buka puasa bersama kawan kawan SMA kelas 2 saya. Bisa dipastikan saya dan ugra ikut karena kami memang adalah teman satu kelas.
Kau tahu, Kawan??
Untuk acara yang notabenenya santai kaya di pantai itu saja, saya harus putar otak menganai BAJU APA YANG HARUS SAYA PAKAI.

Demi Tuhan, akan saya lakukan langkah apapun untuk merubah wajah saya seperti Dian sastro. Tapi memang hidup saya bukan seperti hidup Nobita yang apa apa juga bisa minta Doraemon,
Akhirnya saya menyerah dengan menggunakan dress biru, jilbab putih, lengkap dengan tas tangan.
Saya merasa itu cukup pas untuk dipakai ke acara bupus ‘mendebarkan’ itu.

Sampai disana, saya hampir lemas dibuatnya.
Dia, Ugra, sungguh terlihat tampan di mata saya. Yaah namanya juga abege lagi naksir2an, biar kata cowok taksirannya lebih mirip kambing daripada manusia, tetep aja di mata terlihat seperti Nicholas Saputra. Kalimat “cinta itu buta”, ternyata ada benarnya. Padahal, dia hanya mengenakan, celana pendek Jeans, kaos hitam denagn kasen hijau disampingnya, dan sweater abu abu kelas X-6 Jurrasix nya itu.
Saya sungguh bahagia. Saya dibonceng olehnya dan sempat nyasar pula. Lucu dan indah sekali kejadian itu.

Dari acara bupus itupun hubungan kami makin dekat, maaaakiiiiiinnn dekat dan akhirnya ada kejadian bodoh itupun terjadi. Mengapa saya bilang bodoh?? Karena menurut saya, yang kami lakukan ini adalah cara yang palng bodoh untuk memulai suatu hubungan.

Hari itu, Jumat, 25 januari 2008. saya lupa jam berapa waktu itu, tapi yang saya ingat, ketika itu sudah sore.
Saya juga tidak ingat jelas siapa yang menelfon duluan, tapi intinya terjadi percakapan diantara kami berdua. Topik pembukanya adalah Dia yang capek setalah ada sparing melawan sekolah lain. oh ya saya lupa, Ugra itu ikut ekskul futsal dan biasa disebut anak futsal. Teruuuusss kami ngobrol hingga ada percakapan seperti ini:

Nirma: “emangnya kamu mau naik pangkat?”
Ugra: “ naik pangkat apa nier?”
N: “iya naik pangkat.”
U: terdiam sejenak “ oooh…. Emangnya boleh?”
N: “ yaaaa boleh laah” (sambil tersipu2 untung aja Ugra ga tau gimana roman muka saya)
U: “ uuuuumm… bolehnya kapan?”
N: “ yaa terserah kamu aja.” (ngarep sekarang)
U: “ kalo sekarang?”
N: “ uumm… boleh ko.”
U:”OK.”
N: “OK.”
U:” tanggal berapa sekarang?? Ummmm 25 ya?”
N: “iya 25 januari.”

Dan dilanjutkan dengan tawa “hehehehehehehehehehehehehehehehehe” kami yang panjang yang juga meresmikan kami sebagai sepasang kekasih.

Bodoh. Bodoh sekali kami. 

Dan inilah kami, setelah lebih dari 2 tahun bersama.
Saya berada di Depok, Universitas Indonesia dan dia berada di Semarang, Universitas Diponegoro.




Kami menjalani suatu hubungan yang biasa disebut LDR atau Long Distance Relationship.
Sulit, memang. Tapi kami tahu kami harus bertahan.


Doakan saja, Kawan, supaya kami selalu bersama.
Doakan yang terbaik untuk kami,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar