Selamat Datang!!!

selamat datang, Kawan di blog saya, Kertas Putih!!

saya informasikan kepada kalian semua bahwa saya bukanlah penulis yang baik.

saya menulis di blog ini hanya untuk menyalurkan pemikiran saya yang mungkin dapat dijadikan renungan bersama atau hanya dijadikan hiburan semata.


akhir kata,

Kertas Putih ini hanyalah sederhana.

Senin, 13 September 2010

Something called "REGRET"

Manusia Sumber Kesalahan


Ini mungkin adalah salah satu pernyataan yang paling murni yang pernah saya buat selama ini.
Karena ini menyangkut nurani saya sendiri.
Jujur sebenarnya sulit bagi saya untuk menuangkannya dalam bahasa tulisan karena memang rasa ini sangat sulit didefenisikan dalam bentuk rangkaian kata.
Tapi, begini saja, saya akan menggunakan kata yang paling mudah untuk dimengerti kalian semua, Kawan.
Kata yang memang sudah terdata di Kamus Bahasa Indonesia yang sah.
Kata yang sudah lumrah kalian dengar.
Atau mungkin kalian katakan.

Penyesalan.

Sesuai dengan judul diatas, penyesalan sangat dekat dengan kesalahan.
Penyesalan biasanya datang setelah kesalahan itu.
Kau pasti sudah tahu, Kawan, bagaimana rasa menyesal.

Menyesal.
Ketika kau tahu semua yang telah kau lakukan adalah salah.
Ketika kau tahu semua yang telah kau lakukan adalah tak pantas.
Ketika kau sadar semua kesalahan itu telah terjadi,
Dan kau tak memiliki daya untuk mengubahnya lagi seperti sedia kala.

Karena waktu tak bisa diputar,
Karena waktu tak bisa dimainkan,
Karena waktu bukan kau yang punya.

Lantas,
Yang bisa kau lakukan hanyalah,
Bersimbah air mata, meringkuk dalam sesak,
meminta Sang Pencinta dan Maha Pemaaf
Untuk memaafkan semua kesalahanmu.

Kesalahan yang sebenarnya adalah suatu kealpaan mengingat-Nya.
Kesalahan yang sebenarnya adalah suatu keadaan dimana kau teralu bersenang-senang dalam hidup lantas lupa akan adanya keseimbangan.
Keseimbangan hidupmu sendiri.

Pada detik penyesalan itu,
Yang kau tahu, tiap sudut dari hidupmu runtuh,
Kau tak tahu apa yang bisa kau lakukan.
Karena, pada saat itu juga kau baru sadar,


Kau bukan siapa-siapa.
Kau tak mampu apa-apa.
Kau adalah kecil. Sangat kecil.

Beruntung, jika Sang Pemilik Alam
Mendengar semua kesahmu
Mendengar semua sesalmu
Mendengar semua tangismu
Mendengar semua janjimu.

Untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dalam hidup.
Untuk selalu berusaha menjadi manusia yang lebih baik,
Bagi Tuhan dan bagi dirinya sendiri.

Dan akhirnya, Sang Maha Kuasa berkehendak,
Memberikan kesempatan yang entah sudah berapa kali.

Itu yang pernah kurasakan, Kawan.

Demi langit,
Ku tahu benar rasanya sesal.
Ku tahu benar rasanya jadi pecundang.
Pecundang atas diri sendiri.

Semoga kau tak merasakan hal sepertiku.
Semoga kau selalu seimbang.
Walau untuk seimbang butuhlah proses,
Dan mungkin penyesalan adalah salah satu bentuk proses yang diinginkan semesta
Untuk membuat kita menjadi manusia yang lebih bijak.

Doakan saya, Kawan, semoga..

Tuhan benar-benar mendengarkan doa dan penyesalan saya.
Dia benar-benar memberikan saya kesempatan lagi.
Dan Dia tidak pernah bosan untuk memaafkan saya.

Doakan saya juga,
Semoga saya menjadi “saya” yang lebih baik dengan tidak melakukan kesalahan yang sama seperti layaknya orang bodoh dan merugi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar