Selamat Datang!!!

selamat datang, Kawan di blog saya, Kertas Putih!!

saya informasikan kepada kalian semua bahwa saya bukanlah penulis yang baik.

saya menulis di blog ini hanya untuk menyalurkan pemikiran saya yang mungkin dapat dijadikan renungan bersama atau hanya dijadikan hiburan semata.


akhir kata,

Kertas Putih ini hanyalah sederhana.

Senin, 21 Juni 2010

Mengingat Mimpi :)



Tuhan paling tahu cara mengingatkan hamba-Nya.
Setidaknya itu yang saya rasakan sekarang.
Tuhan mengingatkan saya pada mimpi terbesar saya,

Saya ingin ke Inggris.

Ya, Inggris, tanpa alasan yang jelas dan rasional.

Saya baru tersadar betapa lama saya lupa akan mimpi itu.
Mimpi yang dulu sanggup buat saya merasa “lebih hidup”
Mimpi yang dulu bisa membuat saya terus bersemangat
Mimpi yang bisa membuat saya terus belajar.

Tuhan mengingatkan saya setelah saya berhasil diterima (kembali) di universitas ber-almamater kuning itu.
Saya diterima di jurusan Sastra Inggris.
Awalnya saya merasa “yaaah.. apaaa deh sastra inggris..”
Tak lama, saya menoleh kearah dinding kamar saya,
Dan saya menemukan kertas dengan tulisan tangan sederhana saya tertempel di sana.
Ada 2 kertas bedebu.

“Kota provinsi nasional”

“ SMA 1 UI UK”

Saya tersenyum dan mengingat,
Betapa determinded nya saya dulu.

Kalimat “Kota provinsi nasional” itu adalah target saya (dulu) untuk mengikuti lomba pidato bahasa Inggris ketika saya masih SMP.
Saya menulis semua itu ketika saya masih SMP.

Lomba se-kota, checked.
Lomba se-provinsi, cheked.
Lomba tingkat nasional, cheked.
SMA 1, cheked.

Dan sayangnya, ketika saya SMA, saya mulai lupa mimpi saya.
Saya mulai lupa untuk merajuk pada “peta mimpi” saya itu.
Tidak hilang, hanya lupa.
Terlampau lupa.

Mungkin teralu banyak hal yang harus saya lakukan dan masalah yang harus saya hadapi (maklum, anak muda, kalau punya masalah seakan-akan masalah terberat yang pernah ada di dunia) sehingga saya lupa mimpi “primitive” saya itu.

Ya bisa dibilang kekuatan mimpi itu berkurang,
Sangat berkurang sehingga saya kehilangan passion saya dalam hidup.

Harus saya akui, saya merasa kehidupan saya 1 tahun ini adalah hal yang paling membosankan sepanjang waktu yang telah saya lalui.

Oh ya, sudahkah saya memberitahu alasan mengapa saya memiliki mimpi itu?
Bersiaplah, Kawan.
Karena saya rasa ini cukup kampungan.

Saya ingin bertemu Daniel Radcliffe.

Irasional bukan?
Mengingat luas Inggris yang 244820 kilometer pesegi , memangnya semudah itu menemukan sosok Daniel Radcliffe???

Bagi yang tidak tahu siapa itu Daniel Radclife, biar saya beritahu.
Dia adalah aktor pemeran Harry Potter.
Ini gambarnya,


Dulu sewaktu saya SD-SMP saya penggila Harry Potter.
Lucu mengingat hal-hal irasional lain yang saya lakukan.
Mulai dari memburu setiap hal yang berhubungan dengan cerita penyihir itu.
Artikel, poster, bonus2 majalah, saya punya 2 tongkat sihir dan syal persis yang dipakai dalam film.
Menulis surat ke Daniel Radcliffe,
Dan ketika surat saya dibalas, saya dibuat lemas mabuk kepayang dengan sepucuk surat dan selembar foto sosok idola saya.

Memimpikan dia mengenal saya dan kita pasti akan bertegur sapa jika kami bertemu.

Irasional, sungguh irasional.

Tapi, itulah indahnya mimpi, Kawan.
Membuat hidup jadi berwarna.

Dan tersadarlah saya, Nirma Sandiningtias 19 tahun, lewat tulisan sederhana itu.
Lucu sekali mengetahui bagaimana Tuhan mengingatkan hal itu semua.

Nirma Sandiningtias 14 tahun.
Selalu punya mimpi, selalu punya tujuan, selalu yakin, selalu fokus.

Mungkin itu yang harus saya pelajari lagi.
“ keyakinan mimpi”

Tidak perlu ada alasan rasional untuk mempunyai mimpi, bahkan kita tidak perlu memiliki alasan untuk bermimpi.
Tidak perlu ada spekulasi negatif mengenai masalah “ apakah saya bisa mendapatkan mimpi itu?”
Tidak perlu memikirkan perkara hal apa yang dapat merintangi jalan kita menuju kesana.
Atau penyataan2 mengarah kalimat “tidak mungkin”.

Tak perlu.cukup percaya dan tanamkan.

Saya harus mulai menata diri lagi untuk percaya.
Dan saya memulai dengan cara sederhana.
Kembali membaca novel setebal kamus itu dan menonton filmnya.
Ajaib sekali, menyadari saya masih hafal dialog di film itu.
Hafal dengan jelas.

Menyenangkan sekali menemukan Nirma 14 tahun lagi.
Nirma yang punya mimpi dan harapan.
Bukannya saya tidak memiliki mimpi dan harapan selama 4 tahun terakhir ini.
Hanya saja, kali ini mimpi itu terasa lebih ‘nyata’ (kembali).

Tugas saya sekarang, bangun dari mimpi saya dan mulai bergerak.
Menjadikan mimpi saya sebagai “Peta Tujuan Akhir” saya.
Tetap semangat, tetap fokus.

God will lead the way as long as we’re stay on track.
Saya yakin itu.

Mengutip kalimat Arai dari buku Sang Pemimpi karangan Andrea Hirata,
“ Bermimpilah, dan tuhan akan memeluk mimpimu.”


semoga tulisan saya bisa mengingatkan tentang mimpi kalian juga, Kawan.
mimpi yang mungkin, pernah terlupa atau hilang.


p.s: sepertinya saya tidak akan melepas kertas itu sebelum saya kembali dari Inggris dan memberikan tanda checklist di samping kata UK


Doakan saya, Kawan

2 komentar:

  1. nirma, you must be one of my coolest friend.

    selamat yah sayaaaaang :) udah keterima sasing. aduh ngefans deh sama kamuuu.

    BalasHapus
  2. hehehe makaasiiih ya namii sayaang yang cantik jugaaa
    sukses deh kita semua amin amin amin :))

    BalasHapus