Selamat Datang!!!

selamat datang, Kawan di blog saya, Kertas Putih!!

saya informasikan kepada kalian semua bahwa saya bukanlah penulis yang baik.

saya menulis di blog ini hanya untuk menyalurkan pemikiran saya yang mungkin dapat dijadikan renungan bersama atau hanya dijadikan hiburan semata.


akhir kata,

Kertas Putih ini hanyalah sederhana.

Rabu, 30 Juni 2010

Saya Sedang Labil

Makan pepaya samabil ngupil,
Maafkan, saya lagi labil.

kali ini saya putuskan untuk menyempatkan waktu ber-labil Ria saya. aneka ria labil.
saya memang sedang labil, Kawan.

Saya akan menjabarkan kelabilan saya dalam bentuk poin poin, karena kalau tidak akan memperparah tingkat kelabilan saya. Kelabilan saya ini tingkat tinggi , Kawan.
saya tidak ingin kalian jadi ikutan labil gara-gara membaca tulisan amat sangat panjang mengenai kelabilan saya.

Mengapa saya labil?

1. Saya kangen berat.
2. Pacar saya tak kunjung pulang.
3. Pacar saya sedang sangat amat sibuk.
4. Sangking sibuknya dia, membalas sms pun "senen-kemis".
5. Saya sedang tidak sibuk.
6. Tidak ada pengalihan yang cukup baik untuk saya.
7. Mau jalan jalan keadaan finansial sedang dilanda "kesialan".
8. Susah mau curhat sama sahabat saya.
9. Sahabat saya ada di bandung.
10. Sahabat saya baru jadian.
11. Pacar sahabat saya tidak memperkenankan dia untuk pulang cepat.
12. Semangat LDR saya kembang kempis.
13. Teman-teman baru saya cukup qualified (kalian tau lah pasti maksud saya, merajuk poin no 12)
14. Pacar saya kurang care.
15. Sahabat saya tidak merekomendasikan LDR.
16. Kakak saya setuju dengan poin 15.
17. Kakak saya menyarankan untuk "mencari" lagi.
18. Sahabat saya sepaham dengan kakak saya.
19. Terdapat beberapa kandidat yang cukup baik untuk poin 17.
20. Saya masih sayang pacar saya.
21. Pacar saya (sepertinya)masih sayang saya.
22. Saya jadi ragu karena poin 14.


Begitulah, Kawan kira kira keadaannya.
Mungkin membaca postingan ini akan berakibat mual mual dan pusing pusing sejenak, karena postingan ini sungguh mencerminkan betapa labilnya saya dan terkesan seperti sinetron atau FTV. atau mungkin sebenernya ga kaya gitu, tapi karena saya labil, semuanya pun jadi hiperbola.

Maafkan saya dan kelabilan saya, Kawan.

*saya menggunakan 13 kata "labil" pada postingan ini, eh 14 setelah kata yang tadi.

Selasa, 29 Juni 2010

Apa Saya Salah?

ok. mulai sekarang saya akan menulis apapun yang ada di otak saya. cukup. tidak usah ada yang di edit edit segala.

biar saya nanti mungkin disebut sebagai wanita tukang curhat atau mungkin dijerat UU Informasi dan Telekomunikasi atau apalah itu biasa disebut, saya tidak peduli, setidaknya untuk saat ini.

oh ya, kenapa saya tiba tiba memaki seperti ini?
maafkan saya, Kawan. saya tidak ada maksud sama sekali untuk membentak-bentak kalian. tidak.
hanya saja saya sedang kesal dengan diri saya sendiri.

sampai kapan sih, saya, seorang Nirma Sandiningtias, selalu dipengaruhi "rasa sakit kaya dicubit " itu?

sungguh, Kawan. rasa ini tak ada nikmat nya.

saya kesal.
kesal karena yaaa si wanita itu lagi.

saya kesal.
kesal karena kenapa saya tidak bisa bersikap seprti sahabat saya yang mampu begitu saja membenci orang lain yang memang tidak mereka sukai.
sedangkan saya?

saya hanya bisa 'selalu' tersenyum dan ceria pada siapapun (walaupun itu adalah dia, si wanita itu)

apa saya salah tidak bisa membenci?
apa saya salah tidak bisa memaki?
apa saya salah selalu bohongi diri?
apa saya salah bersikap begini?

apa saya salah?

Senin, 28 Juni 2010

A Tribute to 25th January

Lucu jika ada yang mempertanyakan bagaimana saya dan pacar saya, Ugra Hutama pertama kali bertemu.

Kami berdua tidak ada yang pernah ingat bagaimana kami bertemu..
Semuanya terjadi begitu saja.

Seingat saya, saya bertemu dia karena kita masih 1 kelas di sekolah yang sama.
Itu saja.
Tapi, sebenarnya saya merasa alam sudah dari awal ingin mempertemukan kami.

Mengapa?? Ini ceritanya

Saya mendaftar di salah satu tempat bimbel di kota saya. Yah sebenarnya bukan saya yang mendaftar, melainkan ibu saya. Nah, karena itu, saya didaftarkan pada hari yang tidak saya inginkan, hari sabtu. Dengan kesal saya ngotot untuk pindah di kelas hari senin karena Dias, teman saya juga berada di hari itu. Walaupun dias sudah mengatakan “ada ko niiir temen sekelas lo, namanya Ugra apa yaa..” tapi karena saya tidak kenal siapa itu ugra, ya saya malas dan tetap ngotot untuk ganti hari.
Jadilah saya tidak bertemu dengan si Ugra itu.

Tapi, yaaa namanya juga takdir ya,
Tetap saja saya jadi dekat dengan dia.

Sungguh hingga sekarang pun kami lupa karena apa kami bisa pertama kali bicara.
Yang saya ingat hanyalah, kami dipertemukan dan didekatkan karena adanya jasa suatu media chatting yang pada saat itu sedang digandrungi kawula muda*hahaha jijik bgt deh. Media itu bernama Mxit.

Hahaha lucu sekali mengingatnya,
Bagaimana saya selalu mencari nama “UGRAKEREN” setiap saya memulai untuk ber-chat ria di media online itu.
Bahagianya saya ketika saya lihat ada nama itu (walaupun tak sekeren wajahnya haha) dan tak sabar untuk segera berbincang dengannya lewat media maya itu.

Sebenarnya lebih banyak bagian bagian sedih dalam masa ‘penjajakan’ saya dan dia (walaupun sebenarnya hal yg tadi saya sebutkan bukanlah tahap penjajakan sebenarnya). Tapi saya tidak mau menbahas hal yang tidak enak karena saya ingin menghindari “rasa sakit kaya dicubit” itu.

Singkatnya, pada masa “belum jadian” itu, saya sungguh menikmati tiap gelagat yang dia lakukan.
Entah itu ketika dia sedang menulis, bicara, tertawa.
Saya suka melihat dia yang sedang bermain bola dari atas, dari kejauhan. Saya berani jamin dia tidak akan pernah tahu masalah itu, dan juga saya sering mencuri pandang dia ketika sedang berpapasan atau sedang berbicara.
saya ingat wangi tubuhnya, apa warna kesukaannya, warna jaketnya.

Jatuh cinta, aduhaaaaaaiiii rasanyaa hahahahaha

Saya pernah merasakan bagaimana rasanya tidak tahu harus berbuat apa ketika bertemu dengannya.

Pada waktu itu acaranya adalah buka puasa bersama kawan kawan SMA kelas 2 saya. Bisa dipastikan saya dan ugra ikut karena kami memang adalah teman satu kelas.
Kau tahu, Kawan??
Untuk acara yang notabenenya santai kaya di pantai itu saja, saya harus putar otak menganai BAJU APA YANG HARUS SAYA PAKAI.

Demi Tuhan, akan saya lakukan langkah apapun untuk merubah wajah saya seperti Dian sastro. Tapi memang hidup saya bukan seperti hidup Nobita yang apa apa juga bisa minta Doraemon,
Akhirnya saya menyerah dengan menggunakan dress biru, jilbab putih, lengkap dengan tas tangan.
Saya merasa itu cukup pas untuk dipakai ke acara bupus ‘mendebarkan’ itu.

Sampai disana, saya hampir lemas dibuatnya.
Dia, Ugra, sungguh terlihat tampan di mata saya. Yaah namanya juga abege lagi naksir2an, biar kata cowok taksirannya lebih mirip kambing daripada manusia, tetep aja di mata terlihat seperti Nicholas Saputra. Kalimat “cinta itu buta”, ternyata ada benarnya. Padahal, dia hanya mengenakan, celana pendek Jeans, kaos hitam denagn kasen hijau disampingnya, dan sweater abu abu kelas X-6 Jurrasix nya itu.
Saya sungguh bahagia. Saya dibonceng olehnya dan sempat nyasar pula. Lucu dan indah sekali kejadian itu.

Dari acara bupus itupun hubungan kami makin dekat, maaaakiiiiiinnn dekat dan akhirnya ada kejadian bodoh itupun terjadi. Mengapa saya bilang bodoh?? Karena menurut saya, yang kami lakukan ini adalah cara yang palng bodoh untuk memulai suatu hubungan.

Hari itu, Jumat, 25 januari 2008. saya lupa jam berapa waktu itu, tapi yang saya ingat, ketika itu sudah sore.
Saya juga tidak ingat jelas siapa yang menelfon duluan, tapi intinya terjadi percakapan diantara kami berdua. Topik pembukanya adalah Dia yang capek setalah ada sparing melawan sekolah lain. oh ya saya lupa, Ugra itu ikut ekskul futsal dan biasa disebut anak futsal. Teruuuusss kami ngobrol hingga ada percakapan seperti ini:

Nirma: “emangnya kamu mau naik pangkat?”
Ugra: “ naik pangkat apa nier?”
N: “iya naik pangkat.”
U: terdiam sejenak “ oooh…. Emangnya boleh?”
N: “ yaaaa boleh laah” (sambil tersipu2 untung aja Ugra ga tau gimana roman muka saya)
U: “ uuuuumm… bolehnya kapan?”
N: “ yaa terserah kamu aja.” (ngarep sekarang)
U: “ kalo sekarang?”
N: “ uumm… boleh ko.”
U:”OK.”
N: “OK.”
U:” tanggal berapa sekarang?? Ummmm 25 ya?”
N: “iya 25 januari.”

Dan dilanjutkan dengan tawa “hehehehehehehehehehehehehehehehehe” kami yang panjang yang juga meresmikan kami sebagai sepasang kekasih.

Bodoh. Bodoh sekali kami. 

Dan inilah kami, setelah lebih dari 2 tahun bersama.
Saya berada di Depok, Universitas Indonesia dan dia berada di Semarang, Universitas Diponegoro.




Kami menjalani suatu hubungan yang biasa disebut LDR atau Long Distance Relationship.
Sulit, memang. Tapi kami tahu kami harus bertahan.


Doakan saja, Kawan, supaya kami selalu bersama.
Doakan yang terbaik untuk kami,

Minggu, 27 Juni 2010

Teman saya, Manusia setengah irasional

Saya punya teman. Bukan teman sepermainan atau teman kencan.
Ya intinya teman.
Teman saya itu adalah pacar teman SMP saya, teman rumah sahabat saya, dan kebetulan teman dari pacar saya.
Sungguh terlihat kan betapa sempit dunia???

Jadi dari pada saya teralu sulit untuk menuliskan “teman saya yang adalah pacar dari teman saya, teman rumah sahabat saya dan teman dari pacar saya” untuk menafsirkan siapa teman saya itu, saya putuskan untuk menamakannya Dias.

Ok. Namanya dia memang DIAS. Dengan nama akte Ardian Hario Wibowo.
Setidaknya yang saya tahu sperti itu.

Kenapa saya tiba-tiba menemukan wangsit untuk menulis tentang dias?
Karena saya merasa dia adalah orang yang sedikit unik dan langka.
Entah lah, saya merasa demikian setelah saya membaca blog nya dia yang luar binasa absurd dan abstrak itu.

Unik, lelaki ini unik.

Sebelumnya saya harus minta izin dan maaf kepada Gita Mahdiah, teman saya yang luar biasa pintar karena saya menulis tentang kekasihnya, Ardian Hario Wibowo yang luar binasa absurd nya itu.

Sumpah,Ta gw ga bermaksud apapun.


Ok, saya mulai ya.

Dias itu berperawakan sedang. Tidak tinggi tidak pendek. Tidak ganteng tidak jelek (yah mungkin pada kacamata gita, dias itu bagai pangeran dengan kuda putih, kalo saya sih lebih melihat dias seperti kudanya :p). Bahunya lebar, kulitnya sawo matang (sangking matangnya hingga cenderung busuk). Rambutnya keriting, dan menurut kekasihnya, rambut itu akan semakin menggumpal seiiring berjalannya waktu.





Saya kira dulu dias itu tipikal cowok kalem. Karena saya tau dia itu jawa tulen, maka saya tambah bisa memaklumi ke kaleman nya itu. Oh ya saya tau dia jawa tulen dari mantan saya yang selaku teman dekatnya yang juga jawa tulen (informasi ini semakin membuktikan bahwa bumi tidak hanya bulat, melainkan juga sempit).

Saya dulu pernah beberapa kali bertemu dengan dia sebelum status dia berganti menjadi kekasih hati teman SMP sekaligus SMA saya yang luar biasa pintar itu. Kami bertemu karena memang ternyata kami berada di satu tempat les yang sama, yaitu Einstein College. Ketika saya bertemu dia lebih sering tersenyum.

Setelah itu saya pun bertemu dia lagi di angkot R 19 dari arah gading ke sebuah mall di kota saya. Saya pergi bersama pacar saya, Ugra. Ketika bertemu dia juga sama sikapnya, hanya tersenyum. Sempat saya berpikir, “ ini anak gagu apa ambeiyen sih gw ma laki gw ngajakin ngobrol bisa nya cuma manggut manggut sama senyum seyum??” Belakangan saya tahu alasan sikap senyum manggut2nya itu. Dia kaget melihat kedatangan saya dan pacar saya yang luar biasa menggemparkan alias berisik. Sial.

Ternyata dibalik sikap yang terlihat kalem dan lugu itu, dia menyimpan sesuatu, Kawan. Bukan harta karun sebenarnya.
Melainkan tulisan tulisan unik dan menyegarkan pada blog nya.
Saya tidak menyangka dias bisa menulis hal-hal konyol sperti itu.

Blognya bercerita tentang tindak tanduknya sehari hari yang mungkin sebenarnya wajar wajar saja, tapi mungkin karena dia manusia setengah irasional jadi semua yang dicertiakannya adalah LUAR BINASA.

Bisa-bisanya dia memposting tulisan yang memperlihatkan cairan berwarna merah dan hijau di blognya lengkap dengan ilustrasi nyata.
Masalah tukang cukur asmara nya itu lah
Atau “ bercelana-dalamkan handphone “ nya itu lah
Dan segala macam keunikan dalam tulisannya.

Menulis dengan gaya tulisan semaunya.
Dengan analogi sebisanya
Dengan majas se simple simple nya
Seenak enaknya dia dan sekena kena nya aja.

Jujur saya suka dengan gaya tulisan seperti itu, wahai Dias.
Santai, polos, dan sangat menyenangkan.

Sayangnya dias sudah jarang menulis lagi. Alasannya karena dia adalah seorang calon arsitek yang sedang mempersiapkan masa depannya dengan mengerjakan semua tugas yang menurut saya tidak masuk akal. Iya lah ga masuk di akal saya, wong saya warga berilmu sosial.

Dia butuh support katanya untuk menulis lagi.

Untuk itu, wahai Dias saya menulis disini.
Bangkitlah segera untuk menulis!!!
Nyalakan lagi imajinasi yang selalu tak terprediksi oleh akal sehat manapun!!!!
Sebarkan cinta kasih untuk dunia dengan tulisan maut mu!!!!! (Ok. Harus saya akui yang barusan berlebihan)

Intinya, keep on wrting, mate!!!
Keep your imagination alive!!!! 

Lihat blog si manusia setengah irasional ini di http://www.diazdiazdiaz.blogspot.com



sory yas, gw ngegrab foto lo hahaha

p.s: buat mas ugra, maaf y, sungguh tidak ada maksud apa apa mengenai tulisan ini. Aku akan selalu menyayangi mu hehehehe

Senin, 21 Juni 2010

Mengingat Mimpi :)



Tuhan paling tahu cara mengingatkan hamba-Nya.
Setidaknya itu yang saya rasakan sekarang.
Tuhan mengingatkan saya pada mimpi terbesar saya,

Saya ingin ke Inggris.

Ya, Inggris, tanpa alasan yang jelas dan rasional.

Saya baru tersadar betapa lama saya lupa akan mimpi itu.
Mimpi yang dulu sanggup buat saya merasa “lebih hidup”
Mimpi yang dulu bisa membuat saya terus bersemangat
Mimpi yang bisa membuat saya terus belajar.

Tuhan mengingatkan saya setelah saya berhasil diterima (kembali) di universitas ber-almamater kuning itu.
Saya diterima di jurusan Sastra Inggris.
Awalnya saya merasa “yaaah.. apaaa deh sastra inggris..”
Tak lama, saya menoleh kearah dinding kamar saya,
Dan saya menemukan kertas dengan tulisan tangan sederhana saya tertempel di sana.
Ada 2 kertas bedebu.

“Kota provinsi nasional”

“ SMA 1 UI UK”

Saya tersenyum dan mengingat,
Betapa determinded nya saya dulu.

Kalimat “Kota provinsi nasional” itu adalah target saya (dulu) untuk mengikuti lomba pidato bahasa Inggris ketika saya masih SMP.
Saya menulis semua itu ketika saya masih SMP.

Lomba se-kota, checked.
Lomba se-provinsi, cheked.
Lomba tingkat nasional, cheked.
SMA 1, cheked.

Dan sayangnya, ketika saya SMA, saya mulai lupa mimpi saya.
Saya mulai lupa untuk merajuk pada “peta mimpi” saya itu.
Tidak hilang, hanya lupa.
Terlampau lupa.

Mungkin teralu banyak hal yang harus saya lakukan dan masalah yang harus saya hadapi (maklum, anak muda, kalau punya masalah seakan-akan masalah terberat yang pernah ada di dunia) sehingga saya lupa mimpi “primitive” saya itu.

Ya bisa dibilang kekuatan mimpi itu berkurang,
Sangat berkurang sehingga saya kehilangan passion saya dalam hidup.

Harus saya akui, saya merasa kehidupan saya 1 tahun ini adalah hal yang paling membosankan sepanjang waktu yang telah saya lalui.

Oh ya, sudahkah saya memberitahu alasan mengapa saya memiliki mimpi itu?
Bersiaplah, Kawan.
Karena saya rasa ini cukup kampungan.

Saya ingin bertemu Daniel Radcliffe.

Irasional bukan?
Mengingat luas Inggris yang 244820 kilometer pesegi , memangnya semudah itu menemukan sosok Daniel Radcliffe???

Bagi yang tidak tahu siapa itu Daniel Radclife, biar saya beritahu.
Dia adalah aktor pemeran Harry Potter.
Ini gambarnya,


Dulu sewaktu saya SD-SMP saya penggila Harry Potter.
Lucu mengingat hal-hal irasional lain yang saya lakukan.
Mulai dari memburu setiap hal yang berhubungan dengan cerita penyihir itu.
Artikel, poster, bonus2 majalah, saya punya 2 tongkat sihir dan syal persis yang dipakai dalam film.
Menulis surat ke Daniel Radcliffe,
Dan ketika surat saya dibalas, saya dibuat lemas mabuk kepayang dengan sepucuk surat dan selembar foto sosok idola saya.

Memimpikan dia mengenal saya dan kita pasti akan bertegur sapa jika kami bertemu.

Irasional, sungguh irasional.

Tapi, itulah indahnya mimpi, Kawan.
Membuat hidup jadi berwarna.

Dan tersadarlah saya, Nirma Sandiningtias 19 tahun, lewat tulisan sederhana itu.
Lucu sekali mengetahui bagaimana Tuhan mengingatkan hal itu semua.

Nirma Sandiningtias 14 tahun.
Selalu punya mimpi, selalu punya tujuan, selalu yakin, selalu fokus.

Mungkin itu yang harus saya pelajari lagi.
“ keyakinan mimpi”

Tidak perlu ada alasan rasional untuk mempunyai mimpi, bahkan kita tidak perlu memiliki alasan untuk bermimpi.
Tidak perlu ada spekulasi negatif mengenai masalah “ apakah saya bisa mendapatkan mimpi itu?”
Tidak perlu memikirkan perkara hal apa yang dapat merintangi jalan kita menuju kesana.
Atau penyataan2 mengarah kalimat “tidak mungkin”.

Tak perlu.cukup percaya dan tanamkan.

Saya harus mulai menata diri lagi untuk percaya.
Dan saya memulai dengan cara sederhana.
Kembali membaca novel setebal kamus itu dan menonton filmnya.
Ajaib sekali, menyadari saya masih hafal dialog di film itu.
Hafal dengan jelas.

Menyenangkan sekali menemukan Nirma 14 tahun lagi.
Nirma yang punya mimpi dan harapan.
Bukannya saya tidak memiliki mimpi dan harapan selama 4 tahun terakhir ini.
Hanya saja, kali ini mimpi itu terasa lebih ‘nyata’ (kembali).

Tugas saya sekarang, bangun dari mimpi saya dan mulai bergerak.
Menjadikan mimpi saya sebagai “Peta Tujuan Akhir” saya.
Tetap semangat, tetap fokus.

God will lead the way as long as we’re stay on track.
Saya yakin itu.

Mengutip kalimat Arai dari buku Sang Pemimpi karangan Andrea Hirata,
“ Bermimpilah, dan tuhan akan memeluk mimpimu.”


semoga tulisan saya bisa mengingatkan tentang mimpi kalian juga, Kawan.
mimpi yang mungkin, pernah terlupa atau hilang.


p.s: sepertinya saya tidak akan melepas kertas itu sebelum saya kembali dari Inggris dan memberikan tanda checklist di samping kata UK


Doakan saya, Kawan