Aku tahu, bukan saat nya lagi aku begini.
Bukan saatnya lagi untuk meringis dalam tulisan yang mungkin tanpa bagi mu.
Namun, mungkin memang hanya ini yang bisa aku lakukan.
Maafkan aku.
Maafkan aku atas semua kesalahan yang aku perbuat.
Maafkan aku atas keraguaanku.
Maafkan aku atas semua perilaku ku.
Maafkan aku atas semua prasangka burukku.
Maafkan aku atas sema rengekan tak berisi dulu.
Maafkan aku atas semua tuntutan ego ku.
Maafkan aku yang tidak mengerti mu.
Maafkan aku atas semua tangisan menggangu mu.
Maafkkan aku yang hanya bisa meminta perhatian darimu dista sebetulnya kau lah yang lebih memerlukannya.
Maafkan aku yang selalu merengek agar kau ada untukku,walau sebenarnya aku yang tidak pernah ada untukmu.
Maafkan aku yang hanya bisa menangis menyalahkan jarak, padahal semestinya aku sadar, jarak bukanlah alasan ketika aku benar-benar memahamimu.
Maafkan aku atas semua ketidakdewasaanku.
Maafkan aku atas segala keluhanku dista kau tidak pernah mengeluh.
Maafkan aku yang selalu menyangkal keberadaaanmu.
Maafkan aku yang sulit untuk melihat usaha mu padahal kau memang benar telah memberikan sebaik yang kau bisa untukku.
Maafkan aku yang melewatkan semua usaha manismu.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
*semoga kau sempat baca tulisan ini.
iya iya wa maapin,,,dosa lu emang banyak sm wa...................
BalasHapus-timin minartim